China Makin Ganas, Amerika Bisa Terguncang Lagi di 2026

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah raksasa teknologi China berlomba meluncurkan model AI terbaru, setahun setelah kemunculan DeepSeek mengguncang raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) dengan teknologi murahnya.

Pada awal 2025, startup berbasis Hangzhou, DeepSeek, mengejutkan pasar dengan model AI berbiaya rendah yang mampu bersaing dengan produk-produk perusahaan Amerika Serikat. Langkah tersebut memicu aksi jual saham teknologi global dan sempat menghapus nilai pasar Nvidia hingga US$593 miliar dalam satu hari.

Kini, menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek yang dimulai 15 Februari, sejumlah perusahaan negeri Tirai Bambu siap meluncurkan model baru.

Zhipu AI telah merilis model terbaru dengan kemampuan pemrograman lebih canggih, sementara ByteDance memperkenalkan Seedance 2.0, model AI pembuat video yang diklaim mampu menghasilkan film sinematik dalam hitungan detik.

ByteDance juga diperkirakan akan memperbarui chatbot Doubao, aplikasi AI paling populer di China dengan lebih dari 155 juta pengguna aktif mingguan. Di sisi lain, DeepSeek tengah menyiapkan model generasi baru V4, sementara Alibaba disebut akan meluncurkan seri Qwen 3.5 dengan peningkatan kemampuan penalaran matematika dan coding.

Mengutip Reuters, persaingan ini terjadi setelah model-model AI China terbukti jauh lebih murah dibandingkan produk sejenis dari Amerika. Laporan lembaga riset RAND menyebut biaya operasional model China hanya sekitar seperenam hingga seperempat dari sistem AI AS.

"DeepSeek menunjukkan kepada industri bahwa Anda bisa membuat model yang sangat baik meskipun sumber daya terbatas," kata Lian Jye Su, kepala analis di firma riset teknologi Omdia.

Kehadiran DeepSeek juga mengubah arah industri AI China. Jika sebelumnya perusahaan teknologi besar seperti Baidu lebih memilih sistem tertutup, kini banyak perusahaan beralih ke pendekatan open source untuk menekan biaya dan memperluas adopsi.

Selain fokus pada performa model inti, beberapa perusahaan seperti Alibaba mulai mengintegrasikan AI ke layanan konsumen. Chatbot Qwen, misalnya, kini diuji untuk memungkinkan pengguna berbelanja langsung melalui percakapan.

Sementara itu, DeepSeek memiliki struktur berbeda. Perusahaan induknya adalah hedge fund kuantitatif yang dikendalikan pendiri Liang Wenfeng, sehingga memungkinkan mereka memprioritaskan riset ketimbang komersialisasi dan menghindari tekanan investor eksternal.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |