Jakarta -
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyambangi Vihara Avalokitesvara di Jalan Mangga Besar, Jakarta Barat. Dia turut memperingati Hari Raya Imlek dan membagikan sembako ke warga.
Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (15/2/2026) Cak Imin disambut langsung oleh Ketua Umum Majelis Agama Buddha Mahayana Tanah Suci Indonesia, dan pemimpin Maha Vihara Avalokitesvara Maha Bhiksu Dutavira Sthavira. Dalam acara itu hadir pula Wakil Ketua MPR RI Rusdi Kirana, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Anggota DPR RI Daniel Johan, Anggota DPR RI Abdul Halim Iskandar.
Selanjutnya Cak Imin dan para pejabat membagikan paket sembako. Warga sekitar yang menanti di lokasi mendapat jatah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sambutannya, Cak Imin mengatakan, Imlek tahun Kuda Api bukan sekadar perayaan budaya. Menurutnya, Imlek tahun ini adalah momentum refleksi soal pentingnya kepemimpinan moral dan tanggung jawab bersama untuk memakmurkan dan menyejahterakan rakyat.
"Refleksi berlaku bagi semuanya: para pemimpin, masyarakat, tokoh-tokoh, dan seluruh rakyat. Bukan hanya Indonesia tetapi di seluruh dunia. Terutama dengan tujuan menempatkan kemanusiaan sebagai kepentingan tertinggi," ujar Cak Imin di depan hadirin.
Cak Imin mengingatkan, permusuhan, peperangan, hanya akan membawa penderitaan. Dia ingin Indonesia harus terus bergerak sesuai dengan tuntutan dan perkembangan.
"Karena Indonesia berada di berbagai kalangan yang ada. Kita menghadapi tantangan kebangsaan juga yang begitu nyata. Masih melebarnya ketimpangan sosial, tekanan ekonomi masyarakat kita, krisis lingkungan yang merajalela, bencana alam yang terus-menerus terjadi. Baru saja bencana alam besar melanda di seluruh wilayah Sumatera," ungkapnya.
Selanjutnya, Maha Bhiksu Dutavira Sthavira mengatakan, turut bersuka cita dengan kegiatan Imlek yang dilakukan PKB tahun ini. Dia mengucapkan terimakasih kepada PKB karena mau merayakan Imlek bersama.
"Semoga tahun Kuda Api ini membawa semangat kemajuan bagi bangsa dan negara. Khususnya, semoga semua rakyat hidupnya bisa lebih sejahtera, dan kehidupannya mampu menghadapi tantangan hidup yang tidak mudah ini," kata Dutavira.
Dia melanjutkan orang Tionghoa menemukan cara melihat energi alam semesta. Dia juga melihat bagaimana orang muslim yang berzikir kepada Tuhannya sebagai energi yang hebat.
"Saya cukup senang sekali bila yang beragama Islam bisa perkuat dzikirnya, karena dengan dzikirnya itulah aura nurani bisa menerima berkah dari langit, bisa praktekkan di bumi, sehingga mampu sadar diri, bawa diri, menempatkan diri, meningkatkan diri. Yang utama lagi, mampu membalas budi," jelasnya.
(rdp/rdp)
















































