BRIN Kembangkan Teknologi ANG Pengganti LPG, RI Bisa Hemat Rp26 T

4 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan inovasi Absorbed Natural Gas (ANG) yang tengah dikembangkan berpotensi menghemat subsidi energi hingga Rp26 triliun per tahun.

Teknologi ini dipaparkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama 150 jajaran peneliti BRIN, di Istana Kepresidenan, dikutip Jumat (7/8/2026).

Arif mengatakan BRIN terus mengembangkan berbagai teknologi untuk memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

"Bapak Presiden, ada beberapa rangkuman yang ingin saya sampaikan terkait dengan inovasi BRIN. Dalam bidang energi, BRIN berusaha membangun kemampuan untuk mengurangi impor LPG melalui biofuel, energi dari biomassa dan limbah, energi terbarukan, baterai dan infrastruktur energi," katanya.

Menurutnya, salah satu yang menjadi perhatian presiden adalah teknologi ANG yang memanfaatkan gas alam sebagai pengganti LPG.

Arif menjelaskan bahwa teknologi itu memungkinkan gas alam disimpan pada tekanan sekitar 30 bar, jauh lebih rendah dibandingkan Compressed Natural Gas (CNG) konvensional, dengan memanfaatkan material Metal Organic Framework (MOF). Dia juga menjelaskan bahwa teknologi MOF ini berdasar dari penemuan ilmuwan Jepang Susumu Kitagawa, yang menjadi salah satu peraih nobel kimia di 2021.

BRIN juga disebut telah membangun sister-lab bersama peraih Nobel dari Jepang itu untuk mengembangkan teknologi ANG di Indnonesia.

Dia juga meyakini bahwa penerapan teknologi ini berpotensi memangkas beban subsidi yang besar. "Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar 26 triliun rupiah per tahun terhadap beban subsidi LPG," katanya.

Lebih lanjut, menurut Arif dengan menggunakan tabung ini, kapasitas penyimpanan gas juga meningkat. Dari perhitungannya pemakaian gas LPG 3 kilogram yang bisa bertahan 10 hari, dengan teknologi ini mampu diperpanjang hingga 15 hari.

Meski demikian, Kepala BRIN menegaskan bahwa teknologi itu masih berada dalam tahap pengujian pada sektor HOREKA (Hotel, Restoran, dan Katering).

Usai pertemuan itu, Arif juga menjelaskan bahwa teknologi ini sudah diskusikan dengan Presiden dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Bahkan presiden berpesan untuk memepercepat implementasi pemanfaatan ANG.

"Karena ini satu hemat devisa, tapi yang kedua lebih penting lagi adalah memiliki simpanan gas yang lebih besar," katanya.

BRIN menargetkan uji coba teknologi ANG rampung sepanjang 2026, sehingga dapat diperkenalkan secara lebih luas pada 2027.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |