Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tengah mengembangkan sejumlah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) untuk mengejar target kapasitas terpasang sebesar 1 Giga Watt (GW) pada 2028. Saat ini, perusahaan telah memanfaatkan panas bumi menjadi listrik dengan kapasitas 727 Mega Watt (MW).
Presiden Direktur PGE Ahmad Yani mengatakan, perusahaan menargetkan pemanfaatan hingga 1 GW panas bumi pada 2028 dan meningkat lagi menjadi 1,8 GW pada 2034. Hal itu senada dengan target perusahaan untuk menjadi perusahaan panas bumi no. 1 di dunia.
"Kita dari status saat ini 727 MW, kita akan menjadi 1 GW company nomor 1 di Indonesia di tahun 2028. Dan kemudian di tahun 2034 menjadi nomor 1 di dunia untuk kapasitas 1,8 GW. Kita sudah punya pipeline yang jelas jadi tidak ada isu terkait dengan resource," ucapnya di sela acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) di JCC Senayan, yang ditayangkan dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, Kamis (20/8/2026).
Ia menegaskan bahwa seluruh proyek yang masuk dalam daftar perencanaan (pipeline) terus didorong proses eksekusinya agar bisa segera memberikan kontribusi pada jaringan listrik nasional.
Sederet proyek yang sedang dikejar pengerjaannya antara lain PLTP Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 yang masing-masing berkapasitas 55 MW dan saat ini telah memasuki fase pengeboran eksplorasi.
Selain itu, perusahaan juga mencatatkan progres positif pada proyek Gunung Tiga di area Ulubelu Extension yang telah berhasil membuktikan potensi cadangan melalui serangkaian uji sumur. Proyek PLTP Gunung Tiga di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Way Panas ini rencananya berkapasitas 55 MW.
Perusahaan juga tengah mengembangkan 2 unit PLTP di WKP Hululais, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Kedua unit tersebut direncanakan masing-masing berkapasitas 55 MW. Kemudian, ada juga proyek pengembangan PLTP di WKP Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Jambi. Rencananya akan dibangun PLTP berkapasitas 55 MW. Statusnya saat ini yaitu dalam tahap pengeboran dan uji produksi, serta pengembangan infrastruktur.
Berdasarkan data PGE, perusahaan juga setidaknya tengah melakukan eksplorasi pada 3 proyek wilayah kerja panas bumi. Pertama, pada WKP Bukit Daun di Kabupaten Rejang Lebong dan Lebong, Bengkulu. Kedua, WKP Seulawah di Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Ketiga, WKP Wai Ratai di Lampung.
"Kita tahun 2025 lalu kita berhasil COD unit 2 PLTP Lumut Balai (55 MW), kita terus melakukan upaya-upaya maksimal untuk akselerasi proyek-proyek kita yang ada dalam pipeline. Seperti proyek Lumut Balai 3, Lumut Balai 4, sudah mulai dalam fase pengeboran eksplorasi," paparnya.
Selain fokus pada penambahan kapasitas listrik, PGE juga tengah mengembangkan lini bisnis baru melalui pemanfaatan nilai tambah panas bumi atau beyond electricity. Salah satu proyek yang segera direalisasikan adalah produksi green hydrogen di area Ulubelu yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.
"Kita sedang ada pilot project green hydrogen nih di Ulubelu ya, rencananya insya Allah di tahun ini, di November ini kita akan mulai produksi 100 kg hidrogen per hari ya, di mana pilot project ini tujuannya adalah bagaimana dalam 2 tahun ke depan kita melihat peluang ke ekonomi dari pengembangan green hydrogen ini dari geothermal," imbuhnya.
Seluruh ekspansi kapasitas tersebut juga ditopang oleh kinerja operasional perusahaan yang berada di atas standar operasional global dengan tingkat capacity factor melebihi 90%.
PGE memastikan pertumbuhan bisnis tetap berjalan selaras dengan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang ketat guna menjamin manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah kerja.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]


















































