Jakarta, CNBC Indonesia - Pjs. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi buka suara soal kisi-kisi sosok Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dibutuhkan menjelang masa akhir jabatan 2026.
Diketahui, jajaran komisaris dan direksi BEI akan mengakhiri masa jabatannya tahun ini. Sementara nama-nama direksi tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Juni mendatang.
Hasan menjelaskan bahwa struktur direksi BEI terdiri dari tujuh orang dengan standar kompetensi yang berbeda sesuai dengan bidang masing-masing. Setiap posisi membutuhkan keahlian khusus yang relevan dengan fungsi yang dijalankan dalam operasional bursa.
"Kalau untuk Direktur Utama (Dirut), tentu yang pemikirannya visioner, strategik, kemudian kepemimpinannya kuat, dan sebagainya. Kemudian masing-masing yang membawahi bidang. Ada yang perdagangan, tentu ahlinya di mekanisme dan penyelenggaraan perdagangan," ungkap Hasan, ditemui wartawan di Gedung DPR RI, Rabu, (11/3/2026).
Terkait proses pemilihan, Hasan mengatakan mekanisme seleksi diawali oleh para pemegang saham yang menyaring calon-calon terbaik untuk diajukan ke OJK. Selanjutnya, OJK akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap para kandidat tersebut.
Ia menilai mekanisme pemilihan direksi dan komisaris bursa yang berjalan saat ini sudah cukup baik. Proses penyaringan berlapis tersebut diharapkan mampu menghasilkan kandidat terbaik yang akan memimpin BEI ke depan.
Adapun hingga saat ini OJK belum menerima pengajuan paket calon direksi dari pemegang saham pengusung. Hasan memperkirakan pengajuan tersebut baru akan dilakukan menjelang batas waktu yang ditetapkan sebelum pelaksanaan RUPS.
(fsd/fsd)
Addsource on Google

















































