BGN Perketat Dapur MBG: CCTV Dipantau Pusat-Cek Kesehatan Rutin

6 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan serangkaian langkah baru untuk memperketat pengawasan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain berencana menghubungkan seluruh kamera pengawas (CCTV) dapur ke sistem di kantor pusat, BGN juga akan mewajibkan seluruh pegawai dan relawan dapur menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan integrasi CCTV dilakukan agar aktivitas seluruh dapur MBG dapat dipantau secara real time dan potensi pelanggaran bisa segera diketahui.

"Kami sedang bagaimana caranya mengintegrasikan CCTV di semua dapur bisa terintegrasi kepada kami seluruhnya di kantor pusat. Itu juga salah satu fungsi pengawasan yang kami ingin capai ke sana," kata Sudaryono dalam konferensi pers, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, seluruh dapur MBG saat ini telah dilengkapi CCTV. Ke depan, seluruh kamera tersebut akan dihubungkan ke sistem teknologi informasi BGN sehingga dapat dipantau dari berbagai tingkatan.

"Jadi CCTV kami ingin semua connect ke dalam sistem IT kita yang ada di kantor pusat," ujarnya.

Ia menjelaskan akses pemantauan tidak hanya dimiliki kantor pusat, tetapi juga koordinator di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi sehingga pengawasan dapat dilakukan secara berlapis.

"Saya ingin niru yang kepolisian itu. Jadi orang kalau maju sedikit, syukur-syukur bisa diteriaki, 'eh kok jam 7 malam enggak boleh ya, kok masak?'," kata Sudaryono.

Selain CCTV, BGN juga tengah mengembangkan sistem digital yang mencatat seluruh tahapan operasional dapur, mulai dari waktu memasak, proses distribusi, hingga waktu makanan diterima di sekolah.

Menurut Sudaryono, pencatatan tersebut penting untuk memastikan makanan tidak disimpan terlalu lama sebelum dikonsumsi. Ia mencontohkan masih ditemukan kasus makanan dimasak pada malam hari, baru dibagikan menjelang siang keesokan harinya, bahkan baru dikonsumsi pada sore hari sehingga berpotensi menurunkan kualitas makanan.

"Bayangkan, itu baru dibagi, belum lagi nanti dimakan. Menurut informasi beberapa itu dimakan sore. Inilah penyebabnya, makanannya sudah rusak," ujarnya.

Selain memperketat pengawasan operasional, BGN juga merespons temuan adanya pegawai atau relawan dapur yang tetap bekerja meski dalam kondisi sakit.

Sudaryono mengatakan BGN akan mewajibkan seluruh pegawai yang bertugas di dapur MBG memanfaatkan program cek kesehatan gratis untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum bekerja.

"BGN akan memerintahkan keseluruh jajaran yang bekerja di dapur itu untuk kemudian melakukan cek kesehatan gratis untuk tahu kondisi kesehatannya," katanya.

Tak hanya itu, seluruh dapur juga diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana kepada setiap pegawai dan relawan sebelum memulai aktivitas memasak. Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan suhu tubuh serta memastikan tidak ada keluhan seperti diare, sakit perut, maupun gejala penyakit lainnya.

"Kami sudah memerintahkan ke seluruh dapur sebelum memulai pekerjaan, seluruh karyawan, seluruh pegawai, seluruh relawan harus dicek suhunya, ditanya apakah diare, sakit perut dan lain-lain. Manakala sakit maka saya minta untuk diliburkan," ujar Sudaryono.

Ia menegaskan langkah tersebut diambil untuk mencegah penularan penyakit di lingkungan dapur sekaligus menghindari kontaminasi makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat program MBG.

"Jadi kami strict di situ karena ada beberapa keluhan, katanya ada yang kemudian sakit tapi tidak ngaku ternyata sakit. Nah itu bisa menulari orang di dapur itu dan juga mengontaminasi makanan yang kemudian dibagikan kepada penerima manfaat," tegasnya.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |