Bea Cukai: Pantai Timur Sumatera Jalur Utama Penyelundupan Narkotika dari LN

3 hours ago 1

Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengungkap Pantai Timur Sumatera menjadi jalur utama penyelundupan narkotika dari luar negeri, terutama sabu. Jalur ini bahkan menjadi peredaran narkotika jaringan internasional.

"Kalau kita melihat dari mana barang-barang ini masuk, kembali lagi dapat kami sampaikan bahwa Pantai Timur Sumatera tetap merupakan jalur utama masuknya narkotika dari luar. Utamanya adalah meth (sabu), itu masuk rata-rata masih melalui Pantai Timur Sumatera," kata Direktur Interdiksi Narkotika Dirjen Bea dan Cukai Syarif Hidayat dalam jumpa pers di Kantor BNN RI, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2026).

Di samping itu, Syarif menjelaskan, jalur pengiriman narkoba ke Indonesia juga kerap menggunakan jalur udara dan ekspedisi barang. Bea Cukai mencatat hingga Mei 2026, ada 341 kasus penyelundupan melalui moda udara, 159 kasus lewat ekspedisi atau kiriman barang, 79 kasus melalui jalur darat, dan 36 kasus melalui laut.

"Jadi memang jalan masuknya narkotika ini melalui darat, melalui laut, dibawa oleh yang bersangkutan, dan juga melalui kiriman-kiriman. Dan kemudian mengenai sumbernya, untuk narkotika di luar ganja tetap dari luar negeri, sementara ganja berasal daripada Aceh kebanyakan," jelasnya.

Selanjutnya, Bea Cukai juga mencatat telah mengungkap 615 kasus narkotika hingga 17 Mei 2026. Dari total penanganan kasus itu, pihaknya berhasil mencegah peredaran sekitar 3,4 ton narkotika hasil kerja sama dengan BNN dan Bareskrim Polri.

"Per tanggal 17 Mei ini, kami sudah mengungkap sekitar 615 kasus narkotika yang cukup besar, dengan total barang yang kami berhasil cegah bersama dengan rekan-rekan aparat penegak hukum lainnya sebesar 3,4 ton," imbuh dia.

Syarif juga menyoroti jalur-jalur tikus di daerah perbatasan. Menurut dia, jalur tersebut masih sulit terdeteksi.

"Yang dimaksud jalur tikus tentunya ini adalah perbatasan darat, yang utamanya dari Kalimantan antara Indonesia dengan Malaysia dan juga Timor Leste dan juga serta di perbatasan Papua Indonesia bagian dari Indonesia dengan Papua Nugini," imbuhnya.

"Dapat kami sampaikan bahwa narkotika memang selain masuk dari jalur pantai Timur Sumatera, juga masuk cukup banyak dari perbatasan Indonesia dengan Sabah dan Sarawak gitu. Nah, ini memang kami mendapatkan cukup tangkapan narkotika di sana," lanjutnya.

Syarif membeberkan adanya tantangan besar dalam pengawasan jalur tikus. Salah satunya panjangnya garis perbatasan yang hanya dibatasi oleh patok. Ia mengambil contoh perbatasan Indonesia-Malaysia yang panjangnya mencapai 2.019 kilometer.

"Panjangnya perbatasan Indonesia dengan Malaysia itu adalah sekitar 2.019 km dan itu bukan dibatasi dengan pagar, Pak, tidak, Pak. Apalagi tembok, ini tidak. Itu hanya patok dan patok," katanya. (tsy/eva)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |