Jakarta, CNBC Indonesia - Batuk sering kali dianggap sebagai masalah pernapasan ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika batuk Anda terus berlanjut selama berminggu-minggu dan tidak mempan diobati dengan obat batuk biasa, Anda patut waspada.
Bisa jadi, batuk tersebut bukan karena masalah paru-paru, melainkan dipicu oleh penyakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
Mengutip EMC, banyak orang tidak menyadari keterkaitan antara batuk kronis dan masalah lambung. Akibatnya, kondisi ini sering diabaikan hingga memicu masalah kesehatan yang jauh lebih serius.
Mengenal GERD
GERD adalah kondisi medis kronis di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus). Hal ini terjadi akibat melemahnya otot katup pembatas atau Lower Esophageal Sphincter (LES) yang seharusnya berfungsi menjaga agar asam lambung tidak naik ke atas.
Ketika asam lambung yang bersifat korosif ini naik, cairan tersebut dapat mengiritasi dinding kerongkongan hingga mencapai area tenggorokan. Iritasi inilah yang merangsang saraf di saluran pernapasan dan memicu refleks batuk secara terus-menerus.
Kenali Gejala Batuk Akibat GERD
Batuk akibat GERD memiliki karakteristik unik yang membedakannya dengan batuk karena flu atau bronkitis. Celakanya, batuk ini kerap muncul tanpa disertai rasa panas di dada (heartburn), sehingga sering menipu penderitanya.
Berikut adalah beberapa gejala batuk GERD yang wajib Anda waspadai:
1. Batuk kronis yang memburuk pada malam hari
Batuk tidak kunjung sembuh meski sudah minum obat batuk. Biasanya intensitasnya meningkat saat Anda berbaring atau tidur, karena posisi horizontal memudahkan asam lambung mengalir naik.
2. Sensasi heartburn (nyeri dada)
Rasa terbakar di dada yang biasanya muncul setelah makan atau saat berbaring.
3. Suara serak dan tenggorokan gatal.
Asam lambung yang mencapai pita suara dapat menyebabkan peradangan, membuat suara menjadi serak dan memicu sensasi menggelitik di tenggorokan.
4. Kesulitan menelan (disfagia)
Munculnya sensasi seperti ada mengganjal di tenggorokan yang membuat proses menelan makanan menjadi tidak nyaman.
Mengapa batuk akibat GERD menjadi perhatian?
Banyak orang menganggap batuk GERD sebagai masalah kecil yang akan hilang dengan sendirinya. Namun, batuk yang terus-menerus ini sebenarnya bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius.
Jika tidak diobati dengan benar, GERD yang berkepanjangan dapat menyebabkan komplikasi, seperti kerusakan pada tenggorokan, pendarahan lambung (ditandai dengan muntah/tinja berdarah), peradangan pita suara, atau bahkan penyakit paru-paru. Oleh karena itu, penting untuk tidak meremehkan batuk yang disebabkan oleh GERD.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

















































