Banjir Aduan soal Gubernur Kaltim, Kemendagri Beri Wanti-wanti

5 hours ago 1
Jakarta -

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerima banyak aduan publik terhadap Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud. Kemendagri mengingatkan kepala daerah untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan.

Dirangkum detikcom, Senin (27/4/2026), sejumlah kebijakan Rudy Mas'ud sempat menuai polemik. Salah satunya, terkait pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar.

Rudy mengatakan jika pengadaan dilakukan sesuai aturan serta untuk menjaga marwah Kaltim. Saat ini, mobil tersebut telah dikembalikan usai banyak dikritik oleh berbagai pihak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, polemik kebijakan Rudy Mas'ud tak berhenti sampai di situ. Dia kembali menuai kritikan usai penganggaran renovasi rumah dinas mencapai Rp 25 miliar. Kebijakan-kebijakan tersebut pun memicu kemarahan masyarakat hingga menimbulkan aksi demonstrasi.

Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan pihaknya tengah mendampingi khusus Rudy Mas'ud. Dia mengaku banyak menerima aduan terhadap Rudy Mas'ud.

"Ya Kaltim ini Pak, Pak, Kaltim ini sedang kita, sedang kita dampingi secara khusus. Karena banyak aduan dan juga kita mencermati opini yang ada di publik begitu ya," kata Bima Arya di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (27/4).

Pihaknya, telah mengingatkan agar Rudy lebih berhati-hati terkait penggunaan anggaran. Dia mengatakan Kaltim termasuk yang daerah yang banyak diberi catatan terkait anggaran.

"Kita terus mengingatkan agar betul-betul berhati-hati dengan APBD. Agar dialokasikan sesuai dengan semangat efisiensi. Gitu, ya. Jadi ya Kaltim ini banyak catatan dari kami. Setiap perkembangan pasti kita sikapi," ujarnya.

Kemendagri Turunkan Tim Itjen

Kemendagri telah menurunkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk memantau aktivitas Gubernur Kaltim. Termasuk, komunikasi yang dilakukan oleh tim Ditjen Otonomi Daerah (Otda) untuk mengingatkan Gubernur soal efisiensi anggaran.

"Ya intinya, semangat efisiensi itu harus terus dipegang. Dan pemimpin itu, ya kan harus yang paling, yang paling terakhir senang itu pemimpin. Yang paling terakhir enak itu pemimpin," tutur Bima Arya.

"Pemimpin itu bukan berorientasi pada fasilitas. Pemimpin itu pada karya dan kinerja. Ya kita berharap ada semangat itu yang di yang disadari oleh kepala daerah termasuk oleh Pak Gubernur," imbuh dia.

Bima memastikan Kemendagri terus memberikan pandangan kepada Rudy agar memperhatikan alokasi anggaran. Dia mengatakan Kemendagri meminta agar Rudy memilah kembali hal-hal yang dibutuhkan dan sesuai arahan efisiensi.

"Kami meminta Pak Gubernur untuk betul-betul mempertimbangkan kembali, mengkaji kembali ya. Semua kan bisa disesuaikan. Ya kalau tidak prioritas ya batalkan saja. Ya kalau tidak dirasakan oleh warga, ya di apa di, tidak usah dilanjutkan lagi, begitu," ucapnya.

Rudy Mas'ud Minta Maaf

Rudy Mas'ud angkat bicara soal polemik yang belakangan menjadi sorotan publik. Ia menyampaikan permohonan maaf terbuka atas kegaduhan yang muncul, sekaligus mengakui ada hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam komunikasi dan pengambilan sikap.

Rudy mengatakan hal tersebut melalui video di akun Instagram pribadinya. Dia awalnya menilai wajar jika masyarakat mengkritik pemerintah sebagai bentuk kepedulian.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ayahanda ibunda dan ada di masyarakat Kalimantan Timur yang saya hormati beberapa hari terakhir saya mengikuti berbagai perhatian masuk dan berkembang di tengah masyarakat," katanya mengawali pernyataan dilansir detikKalimantan, Senin (27/4).

"Sebagai gubernur saya memahami ketika menyangkut kebijakan dan penggunaan fasilitas publik, wajar jika muncul pertanyaan bahwa kritik yang keras bentuk kepedulian masyarakat terhadap daerah yang kita cintai bersama,"lanjutnya.

Dia mengaku telah merenung dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya memang ada hal yang harus diperbaiki sehingga dia meminta maaf dengan kegaduhan yang terjadi.

"Beberapa hari ini saya banyak merenung. Saya menyadari ada hal-hal yang perlu diperbaiki, baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi. Untuk itu, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi," ujarnya, dalam video pernyataannya.

Ia mengatakan perencanaan renovasi rumah jabatan senilar Rp 25 miliar sudah dilakukan sejak dia menjabat, Rudy mengaku hal ini sekarang menjadi tanggung jawabnya.

"Perlu kami sampaikan secara jujur bahwa perencanaan paket renovasi rumah dinas Rp 25 miliar tersebut memang sudah ada sebelum kami menjabat. Namun, saya menyadari sebagai gubernur saat ini tanggung jawab tetap ada pada saya," kata dia.

Tonton juga video "Mendagri Hadiri Acara Apresiasi Pemda Berprestasi 2026"

(amw/amw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |