Bamsoet Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mampu Lampaui Target

2 hours ago 3

Jakarta -

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo, optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 dapat mencapai 5,6 persen. Bahkan, dalam beberapa tahun ke depan, perekonomian Indonesia diyakini mampu tumbuh hingga 8 persen.

Ia menilai sinyal penguatan ekonomi sudah terlihat dari stabilitas makro yang tetap terjaga, konsumsi domestik yang solid, serta meningkatnya investasi di sektor hilirisasi dan industri manufaktur berbasis nilai tambah.

"Saya optimis dan sejalan dengan apa yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya dalam orasi ilmiah wisuda sarjana Universitas Indonesia yang meyakini ekonomi Indonesia bisa menembus 8 persen. Dengan konsolidasi fiskal yang sehat, defisit terjaga, serta rasio utang terhadap PDB yang relatif terkendali di kisaran 38-39 persen, ruang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat terbuka," ujar Bamsoet, dalam keterangan tertulis, Minggu (15/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Wisuda Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) putrinya, Belliza Shintya Putri, di Universitas Indonesia, Sabtu (14/2).

Lebih lanjut, Ketua MPR RI ke-15 ini menjelaskan data Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 berada di kisaran 5 persen lebih. Konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama dengan kontribusi lebih dari separuh produk domestik bruto (PDB).

Selain itu, investasi tumbuh stabil, terutama di sektor pengolahan mineral, industri kendaraan listrik, serta pembangunan kawasan industri baru di luar Pulau Jawa. Neraca perdagangan juga tetap mencatatkan surplus yang memperkuat cadangan devisa sekaligus menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

"Kalau kita mampu menjaga tren pertumbuhan di atas lima persen dan secara bertahap meningkatkan produktivitas industri, angka 8 persen menjadi target yang masuk akal. Kita memiliki bonus demografi, sumber daya alam melimpah, dan pasar domestik yang besar. Tinggal bagaimana kebijakan terus konsisten dan berpihak pada pertumbuhan jangka panjang," jelasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI itu menjelaskan, dari sisi moneter, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 tetap solid dengan inflasi yang terkendali dalam kisaran target.

Menurutnya, stabilitas harga dan nilai tukar memberikan ruang bagi dunia usaha untuk melakukan ekspansi. Pemerintah juga terus mempercepat program hilirisasi melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, guna memastikan proses transformasi ekonomi berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.

"Pertumbuhan 8 persen harus berkualitas dan merata. Kita ingin industri berkembang, lapangan kerja terbuka luas, daya beli masyarakat meningkat, dan daerah-daerah ikut menikmati hasil pembangunan. Dengan arah kebijakan yang jelas dan dukungan seluruh elemen bangsa, saya yakin Indonesia bisa memasuki fase take off menuju ekonomi maju," pungkasnya.

(anl/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |