Bahlil Blak-blakan Soal Stok BBM RI 21-23 Hari, Ini Penjelasannya

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluruskan isu yang beredar mengenai cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya cukup untuk sekitar 21-23 hari. Angka tersebut sering disalahartikan sebagai waktu habisnya pasokan BBM di dalam negeri.

Ia lantas menegaskan bahwa angka 21 hingga 23 hari yang kerap disebut sebenarnya merujuk pada kapasitas tampung atau storage BBM, bukan jumlah cadangan yang menandakan pasokan akan habis dalam waktu tersebut.

"Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis terus ini, bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya. Hari ini 23 hari, ada yang keluar lagi contoh 1 juta kiloliter, ada masuk lagi. Karena produksi kita kan jalan terus," ujar Bahlil dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, Rabu (11/3/2026).

Bahlil membeberkan bahwa sejak Indonesia merdeka hingga saat ini, pemerintah tidak pernah membangun fasilitas penyimpanan BBM dengan kapasitas lebih dari 25 hari. Adapun, ketika lifting minyak nasional masih tinggi, kebutuhan untuk membangun storage dengan kapasitas besar belum menjadi prioritas.

"Sejak Indonesia merdeka, yang tadinya kita di zaman orde baru itu lifting kita bagus, kita tidak pernah memikirkan untuk membangun storage tempat penampungan lebih dari 25 hari," ungkap Bahlil.

Sebagaimana diketahui, kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi global mulai memicu aksi panic buying bahan bakar minyak (BBM), tak hanya di beberapa daerah Indonesia melainkan juga terjadi di sejumlah negara.

Fenomena ini muncul setelah eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran, yang menimbulkan kekhawatiran pascea penutupan panjang Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.

Sejumlah negara mulai melaporkan antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar, karena masyarakat khawatir harga BBM akan melonjak atau pasokan terganggu.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |