Aplikasi Buatan Mata-Mata Israel Ramai Dipakai Warga RI, Ini Daftarnya

3 hours ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Tanpa disadari, sejumlah aplikasi populer yang terpasang di perangkat Android maupun iPhone milik masyarakat Indonesia ternyata memiliki kaitan erat dengan jaringan intelijen dan siber militer Israel.

Laporan dari TechTrends mengungkapkan bahwa aplikasi-aplikasi ini telah membentuk industri bernilai miliaran dolar AS. Kategori aplikasi yang dikembangkan pun sangat beragam, mulai dari platform peta digital, editor foto, penyedia game, hingga alat pengingat layanan transportasi publik. Beberapa di antaranya bahkan sangat akrab dan digunakan secara masif dalam aktivitas harian warga RI, seperti Waze dan Moovit.

Namun, yang menjadi sorotan tajam bukan hanya asal-usul geografisnya, melainkan motif dan kekhawatiran terkait keamanan privasi. Sejumlah aplikasi ini dituding diam-diam menyematkan adware, pelacak (tracker), hingga melakukan pengumpulan data pribadi pengguna secara agresif dan tidak transparan.

Daftar Aplikasi yang Terkait Intelijen Militer Israel

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah deretan aplikasi populer yang ramai diunduh dan memiliki keterikatan erat dengan mantan agen hingga unit militer Israel:

  1. Waze: Didirikan oleh mantan engineer dari Unit 8200 (unit intelijen siber elit Israel).
  2. Moovit: Dibangun oleh mantan anggota unit siber militer Mamram.
  3. Supersonic: CEO platform ini tercatat pernah memimpin operasional untuk Angkatan Darat Israel.
  4. ZipoApps: Didirikan oleh mantan agen intelijen dari Unit 8200.
  5. Bazaart: Diciptakan oleh mantan pejabat intelijen Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
  6. Lightricks: Salah satu pendirinya dilaporkan masih aktif bekerja di Unit 8200.
  7. Playtika: Perusahaan game yang didirikan oleh anak dari mantan kepala staf IDF.
  8. Crazy Labs: Seluruh jajaran pendirinya diketahui masih aktif bekerja di IDF.
  9. CallApp: Pendiri platform pelacak nomor ini pernah mengabdi selama 3 tahun di Unit 8200.
  10. Gett: Layanan transportasi yang diciptakan oleh mantan pejabat Unit 8200.
  11. Fooducate: Didirikan oleh seorang mantan pilot Angkatan Udara Israel.

Intaian Data Pribadi dan Perubahan Kebijakan Sepihak

Para pakar keamanan siber mencermati adanya fenomena di mana beberapa aplikasi, setelah diakuisisi oleh perusahaan teknologi asal Israel, langsung mengubah kebijakan privasi mereka secara sepihak. Hal ini memicu alarm bahaya (red flag) terkait ekosistem keamanan digital.

Perusahaan seperti ZipoApps dan Supersonic, misalnya, kerap menuai kritik keras lantaran menerapkan praktik pengumpulan data yang dinilai predator serta model pelacakan data yang kabur. Kendati diterpa sentimen negatif dan isu keamanan, jumlah unduhan aplikasi-aplikasi ini justru terus meroket. Lonjakan ini didorong oleh belanja iklan berskala raksasa serta kemitraan strategis dengan platform global sekelas Google dan Facebook.

Cara Mengantisipasi Potensi Penyalahgunaan Data

Bagi Anda yang ingin menjaga privasi dan mengantisipasi penyalahgunaan data siber di perangkat ponsel, berikut beberapa langkah mitigasi yang bisa dilakukan:

  • Verifikasi Pengembang: Selalu cek nama pengembang (developer) aplikasi di toko resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store sebelum mengunduhnya.
  • Riset Latar Belakang: Manfaatkan platform profesional seperti LinkedIn atau Crunchbase untuk menelusuri profil dan rekam jejak perusahaan pengembang tersebut.
  • Pilih Alternatif Aman: Berikan prioritas pada aplikasi yang dikembangkan oleh pihak yang memiliki komitmen transparan dan rekam jejak etis dalam pengelolaan data pengguna.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |