16 Orang Tewas Terbakar dalam Kecelakaan Bus ALS, Kemenhub Buka Suara

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buka suara terkait kecelakaan maut yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan. Insiden tersebut menewaskan total 16 orang dan menjadi perhatian serius pemerintah.

Kecelakaan terjadi di Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Berdasarkan informasi kepolisian, bus ALS diduga masuk ke jalur berlawanan saat menghindari lubang sebelum akhirnya bertabrakan dengan truk tangki dari arah berlawanan. Melansir detiknews, 16 orang tewas akibat terbakar akibat kecelakaan tersebut, termasuk sopir Bus ALS. 2 dari korban tewas itu adalah sopir tangki BBM dan mitranya. Sampai saat ini, polisi masih terus melakukan identifikasi jenazah, baru 5 jasad yang teridentifikasi.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan turut berduka cita atas kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan satu truk tangki di Jalan Lintas Sumatra, Kelurahan Karang Jayo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pada Rabu (6/5). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.39 WIB," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan dalam keterangannya kepada CNBC Indonesia, Kamis (7/5/2026).

Pemerintah kini melakukan pendalaman terkait penyebab kecelakaan maut tersebut. Sejumlah instansi dikerahkan untuk mengumpulkan data di lapangan, termasuk identitas korban dan kondisi kendaraan yang terlibat.

Sorotan juga mengarah pada status perizinan bus ALS yang disebut telah kedaluwarsa sejak November 2020 berdasarkan data aplikasi Mitra Darat Kemenhub. Meski demikian, kendaraan tersebut masih memiliki uji berkala atau KIR aktif hingga Mei 2026.

"Untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut, saat ini Ditjen Hubdat telah menerjunkan petugas ke lapangan dan aktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sumatra Selatan, Dinas Perhubungan Provinsi setempat, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," kata Aan.

Tim gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan proses pendataan terhadap para korban. Sebagian korban dilaporkan meninggal dunia akibat bus terbakar setelah benturan keras dengan truk tangki BBM.

Kecelakaan ini kembali memunculkan kekhawatiran soal aspek keselamatan transportasi darat, khususnya kendaraan angkutan umum antarkota yang masih beroperasi di jalan nasional.

"Saat ini tim gabungan di lapangan bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah melakukaan pendataan lebih lanjut terkait identitas para korban," ujarnya.

Kemenhub juga mengingatkan seluruh perusahaan otobus untuk memastikan armada yang dioperasikan memenuhi standar keselamatan dan legalitas yang berlaku. Pemeriksaan kondisi kendaraan menjadi hal mendasar yang tidak boleh diabaikan.

Di sisi lain, kecelakaan ini menjadi pengingat masih adanya tantangan besar pada pengawasan kendaraan umum, terutama terkait kepatuhan izin operasional dan kelayakan armada di lapangan.

"Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengimbau kepada seluruh pemilik perusahaan bus untuk wajib mengoperasikan armada yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan dan persyaratan administrasi sesuai perizinannya. Selain itu, setiap pengemudi wajib dicek kesehatannya, mengecek kondisi kendaraan sebelum beroperasi dan wajib memiliki kompetensi yang baik dalam mengemudikan kendaraan," tutur Aan.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |