10 Tips Menggunakan Paylater agar Keuangan Tetap Sehat

1 hour ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagai pisau bermata dua, layanan paylater bisa menjadi penyelamat atau justru mengacaukan kondisi keuangan. Semua bergantung pada cara penggunanya memanfaatkan fasilitas tersebut.

Jika digunakan secara sembarangan tanpa perencanaan, paylater dapat memicu beban utang yang menjerat. Sebaliknya, jika digunakan secara bijak dan sesuai kebutuhan, layanan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan mendesak.

Agar manfaat paylater tidak berubah menjadi masalah keuangan, simak 10 tips berikut ini:

1. Lunasi Tagihan Sebelum Jatuh Tempo

Sebagai salah satu bentuk fasilitas kredit, paylater mengharuskan pengguna membayar tagihan sesuai dengan tanggal jatuh tempo. Jika terlambat, pengguna berpotensi dikenakan denda yang dapat membuat total tagihan semakin membengkak.

Tak hanya itu, keterlambatan pembayaran yang terjadi berulang kali juga berpotensi memengaruhi riwayat kredit. Kondisi ini dapat menyulitkan Anda saat mengajukan pinjaman atau fasilitas kredit lainnya di masa mendatang.

Karena itu, pastikan tagihan paylater selalu dibayar tepat waktu. Bila memungkinkan, siapkan dana pembayaran sebelum tanggal jatuh tempo agar tidak terlambat.

2. Anggap Paylater sebagai Utang yang Harus Dilunasi

Salah satu kesalahan yang kerap terjadi adalah menganggap paylater sebagai tambahan uang atau sumber dana baru. Padahal, setiap transaksi yang dilakukan menggunakan paylater tetap merupakan kewajiban yang harus dibayar di kemudian hari.

Paylater memang dapat membantu memberikan fleksibilitas pembayaran. Namun, fasilitas ini bukanlah tambahan penghasilan.

Karena itu, sebelum melakukan transaksi, pastikan Anda sudah memiliki rencana untuk membayar tagihan tersebut. Jangan menggunakan paylater untuk membeli sesuatu hanya karena merasa memiliki limit kredit yang masih tersedia.

3. Batasi Jumlah Akun Paylater yang Dimiliki

Kemudahan pengajuan serta beragam promo yang ditawarkan membuat sebagian orang tergoda memiliki beberapa akun paylater sekaligus. Padahal, semakin banyak akun yang dimiliki, semakin sulit pula mengontrol penggunaan dan jadwal pembayarannya.

Selain harus mengingat tanggal jatuh tempo dari masing-masing layanan, Anda juga berpotensi memiliki total limit kredit yang jauh lebih besar dibandingkan kemampuan membayar.

Jika tidak dikendalikan, tagihan dari berbagai akun paylater dapat menumpuk dan mengganggu kondisi keuangan. Karena itu, gunakan layanan paylater secukupnya dan hindari membuka terlalu banyak akun hanya karena tergiur promo.

4. Hindari Tarik Tunai Menggunakan Paylater

Sebisa mungkin, hindari menggunakan fasilitas paylater untuk mendapatkan uang tunai. Transaksi semacam ini dapat dikenakan biaya tambahan dan bunga yang membuat total kewajiban menjadi lebih besar.

Selain itu, tidak semua penyedia paylater mengizinkan penggunaan limit untuk kebutuhan tarik tunai. Pada sejumlah layanan, praktik tertentu untuk mengubah limit kredit menjadi uang tunai bahkan dapat dianggap sebagai pelanggaran ketentuan penggunaan.

Karena itu, selalu pahami syarat dan ketentuan layanan sebelum menggunakan paylater. Jangan mencari cara untuk mencairkan limit kredit jika fasilitas tersebut memang tidak disediakan secara resmi.

5. Usahakan Melunasi Tagihan Sebisa Mungkin

Membayar tagihan dalam jumlah minimum memang dapat terasa lebih ringan dalam jangka pendek. Namun, kebiasaan tersebut berpotensi membuat sisa tagihan terus terbawa ke periode berikutnya dan menambah beban biaya.

Jika kondisi keuangan memungkinkan, usahakan membayar tagihan dalam jumlah yang lebih besar atau melunasinya sekaligus. Dengan begitu, Anda dapat mengurangi risiko tagihan menumpuk dan beban pembayaran menjadi semakin berat.

Sebelum memilih skema cicilan, pastikan pula Anda memahami total biaya yang harus dibayar hingga cicilan selesai.

6. Jangan Habiskan Seluruh Limit Paylater

Memiliki limit kredit yang besar bukan berarti Anda harus menggunakannya hingga batas maksimal. Limit tersebut adalah batas fasilitas kredit yang diberikan penyedia layanan, bukan tambahan uang yang harus dihabiskan.

Menggunakan sebagian besar limit dapat membuat ruang keuangan Anda semakin sempit, terutama jika muncul kebutuhan mendadak. Selain itu, penggunaan limit yang terlalu tinggi juga meningkatkan risiko kesulitan membayar tagihan saat jatuh tempo.

Karena itu, gunakan paylater secara proporsional dan sesuai kemampuan membayar.

7. Tetap Kontrol Pengeluaran Saat Menggunakan Paylater

Kemudahan membeli sekarang dan membayar nanti dapat membuat seseorang lebih mudah berbelanja tanpa mempertimbangkan kemampuan keuangan.

Karena itu, rutin periksa berapa besar transaksi yang dilakukan menggunakan paylater dan jumlah tagihan yang harus dibayar pada periode berikutnya. Pastikan total cicilan masih dapat dibayar tanpa mengganggu kebutuhan pokok dan tabungan.

8. Gunakan Paylater Hanya untuk Kebutuhan yang Penting

Salah satu risiko terbesar penggunaan paylater adalah munculnya kebiasaan belanja impulsif. Kemudahan pembayaran dapat membuat seseorang membeli barang hanya karena tersedia limit kredit atau tergiur promo.

Sebelum menggunakan paylater, pertimbangkan kembali apakah barang atau layanan tersebut benar-benar dibutuhkan. Jika pembelian masih bisa ditunda, sebaiknya jangan menambah kewajiban baru.

Gunakan paylater untuk kebutuhan yang memang telah direncanakan dan pastikan Anda memiliki kemampuan untuk melunasi tagihannya.

9. Perhatikan Bunga, Biaya, dan Denda yang Berlaku

Jangan hanya melihat nominal cicilan bulanan sebelum menggunakan paylater. Perhatikan pula bunga, biaya layanan, biaya administrasi, serta denda yang mungkin dikenakan jika terjadi keterlambatan pembayaran.

Setiap penyedia layanan dapat memiliki struktur biaya dan ketentuan yang berbeda. Karena itu, pahami seluruh biaya yang akan dikenakan sebelum menyelesaikan transaksi.

Dengan mengetahui total kewajiban sejak awal, Anda dapat menghindari kejutan tagihan di kemudian hari.

Menggunakan satu fasilitas kredit untuk membayar utang dari fasilitas lainnya dapat menjadi awal dari masalah keuangan yang lebih besar.

Kebiasaan tersebut berisiko membuat jumlah kewajiban terus bertambah dan semakin sulit dikendalikan. Alih-alih menyelesaikan masalah, Anda hanya memindahkan beban pembayaran dari satu tempat ke tempat lainnya.

Jika mulai kesulitan membayar tagihan, sebaiknya evaluasi kondisi keuangan dan kurangi pengeluaran. Hindari mengambil kewajiban baru hanya untuk menutup tagihan yang sudah ada.

Dengan perencanaan yang baik dan penggunaan yang disiplin, paylater dapat menjadi alat bantu pembayaran. Namun, jika digunakan secara berlebihan tanpa mempertimbangkan kemampuan membayar, fasilitas ini justru berpotensi menjadi sumber masalah keuangan.

(dag/dag) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |