10 Perusahaan Senjata Kebanggaan Israel, Nilai Tembus Ratusan Triliun

6 hours ago 5

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

11 March 2026 11:35

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah panasnya perang Israel-Amerika Serikat (AS) melawan Iran, terpantau saham-saham pertahanan di Bursa Efek Tel Aviv belakangan ini mengalami sebuah tren fundamental yang sangat masif sejak kurun waktu yang sudah cukup lama.

Jika menarik data pergerakan harga saham selama 12 bulan terakhir, sektor ini terbukti mengalami lonjakan valuasi yang luar biasa yang dimulai sejak Israel menyatakan perang terhadap beberapa negara.

Akumulasi modal yang agresif ini utamanya didorong oleh pergeseran peta geopolitik Timur Tengah yang kini telah memasuki fase perang terbuka antara koalisi Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari 2026.

Sebagai gambaran, Elbit Systems (ESLT) dengan market cap terbesar mencapai ₪129.35 B maka apabila nilai ini ditranslasikan ke dalam mata uang Rupiah, maka nominal yang didapat adalah sekitar Rp 707,14 triliun atau setara dengan perbankan raksasa di Indonesia.

Eskalasi Terbuka dan Proyeksi Perang Jangka Panjang

Memasuki minggu kedua konflik, dinamika geopolitik kawasan telah berubah secara struktural. Iran baru saja mengkonsolidasikan komando perangnya dengan menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus Pemimpin Tertinggi yang baru.

Di lapangan, eskalasi militer meluas cepat ke infrastruktur vital ekonomi, ditandai dengan serangan Israel terhadap depot minyak di Teheran serta rentetan serangan balasan ke berbagai fasilitas strategis di negara-negara Teluk. Kondisi ini secara instan mendorong harga minyak mentah global melonjak ke level $100 per barel.

Peringatan dari Kepala Staf Militer Israel bahwa perang ini akan memakan waktu yang lama, ditambah dengan membesarnya skala keterlibatan militer AS di kawasan, memberikan kepastian permintaan bagi para kontraktor pertahanan.

Bagi perusahaan raksasa seperti Elbit Systems (ESLT), perang proksi yang bertransformasi menjadi konflik konvensional skala penuh ini langsung diterjemahkan menjadi proyeksi lonjakan pesanan militer.

Mulai dari pemeliharaan alutsista aktif, produksi rudal pencegat, hingga kebutuhan pengembangan teknologi radar cerdas, seluruh rantai pasok pertahanan diproyeksikan beroperasi pada kapasitas maksimal untuk mengantisipasi konflik yang berkepanjangan.

Lonjakan Kinerja Tahunan dan Daya Tarik Emiten Pendatang Baru

Merespons prospek fundamental tersebut, saham-saham pertahanan mencetak kinerja historis sepanjang tahun lalu. Berdasarkan data historis Maret 2025 hingga Maret 2026, mayoritas emiten membukukan pertumbuhan kapitalisasi di atas 100%.

Aryt Industries (ARYT) menjadi salah satu emiten dengan performa paling cemerlang, meroket lebih dari 236% secara yoy. Elbit Systems sendiri berhasil melipatgandakan valuasi pasarnya dengan kenaikan stabil sekitar 118%.

Satu hal yang paling menarik bagi para pelaku pasar adalah tingginya selera risiko (risk appetite) terhadap emiten-emiten yang baru melantai di bursa (IPO) tahun lalu.

RP Optical Lab (RPOL), misalnya, menunjukkan tren akumulasi yang sangat masif dengan mencatatkan pertumbuhan melebihi 223% sejak awal data perdagangannya di pertengahan 2025.

Fakta ini mengonfirmasi bahwa likuiditas pasar tidak hanya terpusat pada kontraktor utama, tetapi juga mengalir deras mencari valuasi yang lebih terjangkau pada perusahaan penyedia teknologi optik, termal, dan solusi drone yang sangat esensial dalam pertempuran modern.

Dari seluruh daftar, hanya Arbe Robotics (ARBE) yang masih tertinggal dalam tren bullish sektoral ini.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |