WIITEX 2026 Catat Transaksi Rp 25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Komoditas

12 hours ago 1

Jakarta -

Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar) Erwan Setiawan menutup secara resmi West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026. Erwan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan WIITEX 2026.

Dalam kegiatan di Exhibition Hall Summarecon Mall Bandung tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar (Disperindag), mitra, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan telah ikut menyukseskan kegiatan.

Menurut Erwan, WIITEX bukan sekadar ajang pameran, melainkan ruang strategis yang mempertemukan potensi unggulan daerah dengan peluang pasar yang lebih luas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"WIITEX 2026 mengusung tema 'The Golden Belt of Java: Coffee, Tea and Cocoa for the Future'. Tema ini sangat relevan dengan arah pengembangan ekonomi Jawa Barat karena perdagangan masa depan tidak hanya bertumpu pada volume, tetapi juga kualitas, keberlanjutan, dan nilai tambah komoditas unggulan," ujar Erwan, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).

Erwan menegaskan kopi, teh, dan kakao merupakan komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Oleh karena itu, pengembangannya perlu terus didorong melalui inovasi, hilirisasi, penguatan merek, serta perluasan akses pasar.

Erwan juga mengapresiasi berbagai rangkaian kegiatan yang digelar selama WIITEX 2026, mulai dari workshop pengolahan kakao bean-to-bar lelang komoditas unggulan, hingga gelar wicara mengenai perdagangan berkelanjutan.

"Ini menunjukkan bahwa WIITEX 2026 tidak hanya berbicara tentang promosi, tetapi juga edukasi, jejaring, dan masa depan perdagangan yang lebih cerdas serta berdaya saing," kata Erwan.

Di tengah dinamika ekonomi global, Erwan menilai Jabar harus terus tampil sebagai daerah yang tangguh, adaptif, dan inovatif.

Menurut Erwan, kegiatan seperti WIITEX menjadi salah satu sarana untuk memperkuat ekspor, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk unggulan Jabar di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, Erwan mendorong pengembangan komoditas kakao di Jawa Barat agar mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor yang masih digunakan sejumlah industri pengolahan cokelat.

"Jawa Barat memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan kakao. Saya berharap ke depan kita mampu memproduksi bahan baku sendiri sehingga tidak terlalu bergantung pada impor, terlebih saat nilai tukar berfluktuasi," ujar Erwan.

Erwan menambahkan pengembangan kakao dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan-lahan potensial, termasuk lahan milik Perhutani dan lahan tidur milik masyarakat yang selama ini belum produktif.

Sementara itu, Kadisperindag Provinsi Jabar Nining Yuliastiani melaporkan bahwa selama tiga hari penyelenggaraan WIITEX 2026, transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp 25,09 miliar atau setara US$ 1,4 juta.

Nilai tersebut berasal dari transaksi ekspor, business matching, serta lelang komoditas unggulan yang digelar selama pameran berlangsung.

"Total transaksi yang berhasil dicatat selama tiga hari penyelenggaraan mencapai Rp 25,09 miliar atau sekitar US$ 1,4 juta. Ini merupakan gabungan dari kegiatan ekspor, business matching, dan lelang komoditas," kata Nining.

Menurutnya, salah satu komoditas yang paling diminati dalam lelang adalah teh premium Jabar yang memiliki kualitas tinggi dan banyak digunakan sebagai bahan blending maupun produk hilir bernilai tambah.

"Teh premium Jawa Barat mendapat respons yang sangat baik. Tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga diminati pasar ekspor dari berbagai negara," ujar Nining.

Nining menjelaskan, minat pembeli internasional terhadap komoditas unggulan Jabar juga terus meningkat. Awalnya terdapat perwakilan dari 11 negara yang terdaftar mengikuti business matching, namun jumlah tersebut bertambah menjadi 14 negara selama pelaksanaan kegiatan.

Selain itu, sekitar 80 pembeli dan penjual turut berpartisipasi secara hybrid, baik secara daring maupun luring.

Menurut Nining, WIITEX berhasil menjadi wadah yang efektif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli, penjual, dan eksportir dari berbagai negara.

"Mereka dapat menemukan berbagai komoditas unggulan yang telah melalui proses kurasi kualitas dan kuantitas sehingga memberikan keyakinan untuk melanjutkan kerja sama bisnis," kata Nining.

Nining optimistis penyelenggaraan WIITEX akan semakin memperkuat ekspansi pasar produk unggulan Jabar sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya standar mutu, keberlanjutan, serta preferensi pasar global yang kini semakin mengedepankan aspek kesehatan dan keberlanjutan.

Dengan berakhirnya WIITEX 2026, Pemprov Jabar berharap jejaring bisnis yang terbangun, peluang perdagangan yang tercipta, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan industri, perdagangan, dan perekonomian Jabar.

Lihat juga Video: Danantara Bentuk DSI untuk Transparansi Ekspor Komoditas RI

(anl/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |