Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia pada Selasa, 2 Februari 2026 menggelar CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" yang akan mengupas tuntas arah dan strategi menjaga momentum perekonomian Indonesia di tengah dinamika global, disrupsi teknologi, dan agenda keberlanjutan.
Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi RI di 2025 yang mencapai 5,11% (yoy) dan ekonomi Kuartal IV-2025 sebesar 5,39% (yoy) sebagai pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dibanding negara di G20 sehingga menjadi momentum baik untuk melompat lebih tinggi.
Kinerja ekonomi RI yang positif tercermin dari penambahan lapangan kerja yang bisa bertambah 1,37 juta lapangan kerja di Q4-2025.
Dari sisi Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyebutkan fundamental ekonomi RI yang kuat di tengah ketidakpastian global yang kuat termasuk di AS. Dimana perkembangan ekonomi Negeri Paman Sam akan membawa era suku bunga tinggi masih bertahan, kondisi ini menyebabkan investor lari ke safe haven seperti emas sehingga emas meroket dan mata uang yang memberikan imbal hasil tinggi sehingga Kondisi ini membuat posisi Rupiah masih mengalami pelemahan.
Saat ini Rupiah bergerak ke arah Rp 16.700 per Dolar AS sehingga BI memastikan konsistensi BI tetap berada di pasar dan menjaga stabilitas Rupiah lewat "Smart Intervention"
Dari sisi OJK, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Dian Ediana Rae menyampaikan perkembangan penguatan dan transformasi di pasar modal Indonesia. Salah satunya terkait permasalahan dalam penilaian MSCI yang menunda rebalancing indeks saham Indonesia yang tidak terjadi tiba-tiba sehingga langkah reformasi sudah menjadi keniscayaan dan pasar modal RI akan menerapkan best practice internasional.
Seperti apa paparan Kemenkeu, BI, OJK dan LPS terhadap outlook ekonomi RI 2026?Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung serta Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Dian Ediana Rae dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2026,(Selasa, 10/02/2026)

















































