1 Miliar Pengguna Android Dalam Bahaya, Diminta Segera Ganti HP

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekitar 1 miliar pengguna Android tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan dari platform tersebut. Artinya banyak pengguna yang berada dalam posisi rentan pada serangan malware dan spyware baru.

Perlu dicatat, serangan malware dapat membuat pelaku mengantongi informasi rahasia milik korban. Misalnya kredensial untuk masuk ke aplikasi dan situs tertentu, seperti nama pengguna dan password untuk mengakses akun keuangan.

Dari jumlah tersebut mewakili 42% yang berpotensi menjadi korban serangan. Ini terjadi karena Google tak lagi mengeluarkan patch keamanan untuk ponsel yang masih mendukung Android 12 atau lebih lama lagi.

Ini jumlah pengguna yang tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan untuk Android, dikutip dari Phone Arena, Selasa (10/2/2026):

- Android 8 : 2,3%

- Android 9 : 4,5%

- Android 10 : 7,8%

- Android 11 : 13,7%

- Android 12 : 11,4%

Sementara itu, Android 13 atau lebih baru digunakan 57,9% pengguna Android. Dengan versi terbaru atau Android 16 hanya digunakan oleh 7,5% pengguna. Berikut distribusi pengguna Android yang masih mendapatkan pembaruan keamanan saat ini:

- Android 13: 13,9%

- Android 14: 17,2%

- Android 15: 19,3%

- Android 16: 7,5%

Lalu apa yang harus dilakukan bagi mereka yang masih menggunakan Android 12 atau versi yang lebih lama lagi? Satu-satunya jalan adalah menganti ponsel terbaru yang telah menjalankan Android 13 atau versi yang lebih baru.

Selain itu, pengguna Android lama juga bisa menggunakan Google Play Protect. Menurut Google, layanan ini menyediakan perlindungan malware bawaan pada ponsel Android dengan dukungan dari Android 7.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |