Jakarta, CNBC Indonesia - Tim penyelamat dan warga Venezuela berpacu dengan waktu untuk mencari korban selamat setelah dua gempa besar mengguncang negara itu. Hingga Jumat (26/6), jumlah korban tewas telah melampaui 900 orang, sementara bantuan internasional dan tim penyelamat asing baru mulai berdatangan hampir dua hari setelah bencana terjadi.
Pemerintah Venezuela melaporkan sebanyak 920 orang meninggal dunia, 3.360 orang mengalami luka-luka, dan 172 orang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Lebih dari 50.000 orang juga dilaporkan hilang setelah dua gempa yang mengguncang Caracas dan wilayah sekitarnya pada Rabu malam.
Pada Jumat (26/6) sore, wilayah tersebut kembali diguncang gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,9 yang terasa hingga ibu kota Caracas dan kota Maracay.
Di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan paling parah, termasuk negara bagian La Guaira, proses penyaluran bantuan berlangsung tidak merata. Warga bersama para relawan masih menggali puing-puing bangunan menggunakan tangan karena minimnya alat berat dan terbatasnya kehadiran aparat pemerintah.
Salah seorang warga, Jennifer Palacios (25), mengatakan putranya yang berusia enam tahun bersama lima anggota keluarganya masih tertimbun reruntuhan kompleks apartemen Hugo Chavez yang terdiri dari delapan menara di Kota La Guaira.
"Komunitaslah yang berhasil menyelamatkan orang-orang hidup-hidup," katanya, dikutip dari Reuters, Sabtu (27/6/2026).
"Kami membutuhkan mereka membawa derek untuk memindahkan lempengan beton. Masih ada orang-orang yang terjebak."
Bencana ini juga diperkirakan memunculkan konsekuensi politik bagi Presiden sementara Delcy Rodriguez. Ia selama ini berupaya membangun citra sebagai sosok pembawa perubahan politik meski sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di bawah pemerintahan Nicolas Maduro yang telah lengser.
Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan kerusakan langsung akibat dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 tersebut mencapai sekitar US$6,7 miliar. Gempa kedua tercatat sebagai gempa paling kuat yang mengguncang Venezuela dalam lebih dari satu abad terakhir.
Fokus Penyelamatan di La Guaira
Jurnalis Reuters yang berada di lokasi menyaksikan jalan raya yang retak akibat gempa serta puluhan bangunan yang berubah menjadi tumpukan beton dan besi yang hancur. Sejumlah reruntuhan bahkan dicat menggunakan semprotan dengan nama bangunan untuk memudahkan tim penyelamat mengidentifikasi lokasi.
Relawan juga mengangkut berbagai bantuan menggunakan sepeda motor dari Caracas dan Valencia menuju daerah terdampak.
Meski sebelumnya mengapresiasi bantuan para relawan, Rodriguez bersama pejabat lainnya kemudian meminta masyarakat tidak lagi menuju Kota La Guaira karena kemacetan menghambat proses penyelamatan. Pemerintah juga mengumumkan penutupan jalan mulai pukul 20.00 waktu setempat, kecuali bagi tim penyelamat resmi dan tim yang telah terdaftar.
Sementara itu, seorang pengacara bernama Ricardo Trias (73) berusaha memperoleh surat kematian bagi anak baptisnya, Armando Lopez (54), yang jasadnya ditemukan dari reruntuhan apartemennya di kota pesisir Caraballeda pada Kamis malam, namun hingga kini masih berada di lokasi.
"Kami ingin mereka menyerahkan jasadnya kepada kami, kami tidak bisa membawanya dan di sini jasad itu akan membusuk," kata Trias. "Belum ada otoritas forensik yang datang."
Reuters juga menyaksikan sejumlah warga di Catia la Mar, La Guaira, mengambil tisu toilet, minyak goreng, roti, dan berbagai barang lain dari sebuah toko yang rusak akibat gempa.
Menurut saksi Reuters, polisi, Garda Nasional, maupun aparat lainnya tidak melakukan intervensi terhadap aksi penjarahan tersebut.
Rodriguez, yang mengambil alih pemerintahan setelah Amerika Serikat menangkap pendahulunya pada Januari lalu, berjanji akan mengerahkan bantuan kemanusiaan dalam skala besar.
Di tengah situasi tersebut, Menteri Perminyakan Venezuela Paula Henao memastikan produksi minyak nasional tidak terdampak gempa. Dalam wawancara radio pada Jumat, ia juga menegaskan distribusi bahan bakar tetap terjamin.
Para eksekutif dan pekerja sektor migas turut menyatakan industri minyak berhasil terhindar dari kerusakan infrastruktur besar.
Dunia Mulai Kirim Bantuan
Tim penyelamat dari berbagai negara, termasuk beberapa negara yang selama ini memiliki hubungan kurang harmonis dengan Venezuela, mulai tiba sejak Kamis malam hingga Jumat.
Rodriguez juga melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada Jumat. Sebelumnya, ia bersama sejumlah pejabat bertemu dengan Komando Utara Militer AS dan para pakar penanggulangan bencana.
Pemerintah AS mengumumkan bantuan senilai US$150 juta sekaligus melonggarkan sejumlah sanksi terhadap Venezuela. Militer AS juga mengirim dua kapal dan menyatakan helikopter serta pesawat akan mendukung operasi penyelamatan.
Di kawasan pesisir Los Corales, sebanyak 50 anggota tim penyelamat El Salvador memeriksa reruntuhan tiga gedung berlantai 10 menggunakan drone, pemindai panas, dan anjing pelacak untuk mencari korban selamat.
"Kami diberi tahu bahwa mereka masih bisa mendengar suara orang-orang. Mereka menghubungi mereka melalui telepon dan mereka menjawab, serta masih terdengar orang-orang berteriak dan memanggil," ujar kepala tim penyelamat El Salvador, Roberto Gavidia.
Presiden El Salvador Nayib Bukele juga membagikan video melalui platform X yang memperlihatkan tim penyelamat bersiap memasuki salah satu gedung. Ia mengatakan tim menemukan seorang remaja perempuan berusia 15 tahun yang terjebak bersama hewan peliharaannya di lantai sembilan dan tengah berupaya membebaskannya.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































