Dunia Diguncang Gempa Dahsyat Beruntun Selama 8 Jam, Pertanda Apa?

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia diguncang rangkaian gempa bumi berkekuatan besar dalam waktu kurang dari delapan jam pada Rabu (24/6) lalu. Empat gempa kuat terjadi beruntun di California, Venezuela, dan Jepang, memicu pertanyaan apakah seluruh peristiwa tersebut saling berkaitan.

Gempa pertama berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang California Utara pada pukul 11.10 waktu setempat, dengan pusat gempa berada di dekat kota kecil Ukiah.

Beberapa jam kemudian, tepat pukul 18.04 waktu setempat, wilayah pesisir timur laut Venezuela diguncang gempa pendahulu (foreshock) bermagnitudo 7,2 yang langsung disusul gempa utama bermagnitudo 7,5. Selang beberapa menit, gempa berkekuatan magnitudo 6,9 kembali terjadi di lepas pantai Kuji, Jepang.

Rangkaian gempa tersebut menjadikan Rabu sebagai salah satu hari dengan aktivitas seismik yang sangat luar biasa.

Gempa di California dan Jepang tidak menimbulkan kerusakan besar meski menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka. Namun, situasi di Venezuela jauh lebih parah.

Pasangan gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 atau yang dikenal sebagai doublet menghancurkan banyak bangunan di negara bagian pesisir utara La Guaira serta ibu kota Caracas. Hingga Kamis (25/6/) pukul 09.00 waktu setempat, sedikitnya 164 orang dilaporkan meninggal dunia dan hampir 1.000 lainnya mengalami luka-luka.

"Puluhan bangunan runtuh di sana, dan saat ini kami sedang melakukan operasi penyelamatan secara intensif untuk menyelamatkan nyawa," kata Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, dikutip dari Gizmodo, Sabtu (27/6/2026).

Kebetulan atau saling berkaitan?

Kemunculan empat gempa besar dalam rentang waktu singkat memunculkan spekulasi apakah seluruh kejadian tersebut saling berhubungan.

Secara ilmiah, gempa bumi terjadi ketika tekanan yang terakumulasi di sepanjang patahan atau retakan kerak bumi dilepaskan secara tiba-tiba. Patahan merupakan batas antara lempeng-lempeng tektonik yang terus bergerak. Gesekan antarlempeng dapat membuat keduanya terkunci hingga tekanan semakin besar dan akhirnya memicu gempa saat patahan bergeser.

Meski California, Venezuela, dan Jepang sama-sama merupakan wilayah rawan gempa, aktivitas seismik di ketiga kawasan itu berasal dari sistem patahan yang berbeda sehingga tidak memiliki hubungan langsung.

Gempa di California Utara terjadi di Patahan Maacama, yaitu patahan geser mendatar yang merupakan bagian dari sistem Patahan San Andreas. Menurut ahli gempa Judith Hubbard dan Kyle Bradley dalam blog Earthquake Insights, gempa Rabu tersebut merupakan yang terbesar yang pernah tercatat di patahan tersebut.

Sementara itu, pusat dua gempa di Venezuela memang hanya berjarak beberapa kilometer. Namun, data gelombang seismik dari US Geological Survey (USGS) menunjukkan keduanya kemungkinan berasal dari patahan berbeda dengan mekanisme retakan yang juga berbeda.

Associate Professor ilmu gempa dari University of Melbourne, Mark Quigley, menjelaskan gempa pertama kemungkinan memicu gempa kedua. Namun, tidak ada bukti yang menunjukkan kedua gempa itu berkaitan secara fisik dengan gempa di California.

Gempa yang terjadi di lepas pantai Jepang juga dinilai tidak memiliki hubungan dengan dua peristiwa sebelumnya. Aktivitas gempa di pesisir timur laut Pulau Honshu umumnya dipicu oleh zona subduksi Palung Jepang, tempat Lempeng Pasifik menyusup ke bawah Jepang bagian utara. Kawasan tersebut memang dikenal sebagai salah satu wilayah paling aktif secara seismik di dunia.

USGS menjelaskan gempa besar memang dapat memicu gempa di lokasi yang jauh melalui mekanisme yang disebut dynamic stress transfer. Fenomena ini terjadi ketika energi gelombang seismik memicu patahan lain yang sudah berada dalam kondisi rentan.

Namun, mekanisme tersebut diperkirakan bukan penyebab rangkaian gempa pada Rabu. Menurut ahli geodesi USGS, William Barnhart, dua gempa di Venezuela memang saling berkaitan, sedangkan gempa di California dan Jepang kemungkinan besar hanya terjadi secara kebetulan (coincidental).

Para ahli masih terus mengumpulkan data untuk memahami mekanisme masing-masing gempa. Meski demikian, kecil kemungkinan penelitian lanjutan akan menemukan hubungan langsung antara gempa di California, Venezuela, dan Jepang.

Rangkaian gempa tersebut menjadi pengingat bahwa wilayah rawan gempa dapat mengalami guncangan besar kapan saja sehingga kesiapsiagaan menghadapi bencana tetap menjadi hal yang sangat penting.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |