Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta sopir truk yang diduga bermain telepon genggam (HP) hingga menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) di Matraman, Jakarta Timur, ditindak tegas. Dia meminta izin mengemudi sopir dicabut jika terbukti lalai.
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat merespons maraknya kecelakaan kendaraan berat yang menabrak fasilitas umum di Jakarta. Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Sedangkan yang kemarin kejadian di salah satu yang kemudian yang sama karena sopirnya main HP, saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan melakukan koordinasi dengan Kakorlantas, siapa pun yang melakukan itu ditindak sekeras-kerasnya," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono menilai sanksi tegas perlu diberikan kepada pengemudi yang mengabaikan keselamatan saat berkendara. Ia bahkan meminta agar lisensi atau izin mengemudi dicabut bila diperlukan.
"Kalau perlu lisensi atau izinnya dicabut," tegasnya.
Menurut Pramono, tanggung jawab tidak hanya dibebankan kepada sopir. Perusahaan angkutan juga harus mendapat teguran apabila tidak memastikan pengemudinya mematuhi aturan dan mengemudi secara aman.
"Kalau kemudian perusahaannya juga masih melakukan yang sama, maka perusahaannya yang akan mendapatkan teguran karena tidak menyiapkan sopir yang kemudian tertib dan sebagainya," ujarnya.
Pramono menegaskan insiden kendaraan berat yang merusak fasilitas umum tidak boleh berulang karena berdampak ke aktivitas masyarakat.
"Karena tidak boleh Jakarta terganggu dengan hal-hal yang seperti itu," lanjutnya.
Sebelumnya, truk molen tersangkut di kolong jembatan yang terintegrasi dengan jembatan perlintasan kereta api di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur (Jaktim), Kamis (16/7).
Saksikan Live DetikSore:
(bel/idn)

















































