Tim Hukum Aktivis KontraS Minta Temuan Botol-Helm Penyiram Air Keras Didalami

4 days ago 4

Jakarta -

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD), yang merupakan kuasa hukum dari Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, membentuk tim investigasi independen mengusut kasus penyiraman air keras. Pihaknya meminta agar temuan botol hingga helm milik terduga pelaku didalami polisi.

Hal itu disampaikan dalam jumpa pers yang ditayangkan di YouTube YLBHI, Senin (16/3/2026). Perwakilan TAUD, Jane Rosalina Rumpia, awalnya mengungkap kondisi luka yang dialami Andrie Yunus. Dia mengatakan bagian mata kanan korban salah satu yang terparah mengalami luka.

"Andrie telah mengalami luka bakar 24 persen akibat reaksi inflamasi dari air keras yang mengenai kulit. Luka tersebut di wajah sisi kanan, mata kanan, kedua kanan, dan juga dada, yang paling serius adalah bagian mata kanan dan saat ini sudah dalam penanganan khusus dokter spesialis bedah mata," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga mengimbau semua pihak untuk tidak datang langsung ke rumah sakit, selain keluarga yang melakukan pendampingan. Menurut dia, Andrie membutuhkan perawatan steril.

"Kami tegaskan bahwa kunjungan langsung ke rumah sakit itu tak diperlukan karena hari ini rumah sakit menjadi tempat kawan kami yang tengah menjalani masa pengobatan dan pemulihan sehingga pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman bermutu dan perlindungan yang lebih intensif terhadap privasi selama masa perawatan," jelasnya.

Adapun jumpa pers tim hukum Andrie Yunus digelar setelah konferensi pers Polda Metro Jaya. Dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, dijelaskan terkait temuan wadah diduga berisi air keras hingga helm milik terduga pelaku.

Perwakilan dari TAUD, Erlangga Julio, menilai pernyataan Polda Metro Jaya terkait barang bukti belum lengkap. Dia mengatakan temuan botol diduga berisi air keras belum disampaikan ke publik.

"Masih ada barang bukti yang belum disebut dalam konferensi pers namun sudah kami berikan pada tim dari Resmob Polda Metro. Salah satu barang bukti penting yang kami garis bawahi adalah ditemukannya satu botol yang diduga digunakan untuk menyiram air keras pada Andrie Yunus, botol tersebut berwarna ungu dan mungkin saja itu tumbler karena tebal," ujar Julio.

Julio mengatakan botol itu ditemukan saksi di sekitar TKP dan berhasil diamankan. Dia meminta agar temuan botol tersebut didalami.

"(botol) Ditemukan saksi di lapangan dan berhasil diamankan sehingga kami bawa dan bantu saksi tersebut untuk menyerahkan ke tim Resmob Polda Metro Jaya dan ini belum disebutkan dalam konferensi pers Polda Metro Jaya dan ini penting untuk didalami lebih lanjut," ucapnya.

Dia juga mengatakan sudah dibentuk tim investigasi independen yang berjalan beriringan dengan penyelidikan oleh polisi. Dari hasil pendalaman tim investigasi independen itu, diduga pelaku juga mengalami luka akibat menyiram air keras.

"Dari beberapa bacaan tim investigasi kami dan konferensi pers Polda Metro Jaya dapat dilihat beberapa hal pelaku yang melakukan penyiraman air keras itu lawan arah dan disampaikan juga diduga polisi telah menemukan helm pelaku," tuturnya.

Julio menduga, berdasarkan temuan botol dan helm tersebut, besar kemungkinan pelaku juga terkena cipratan air keras. Menurut dia, tidak mungkin pelaku membuang barang bukti di dekat lokasi kejadian.

"Hampir tak mungkin pelaku membuang botol, barang bukti yang mungkin saja dia buang karena terciprat ke dirinya dan apa sebabnya membuang helmnya sendiri kalau tidak mungkin saja kena air keras dan melukai kepalanya," ucapnya.

"Jadi kami menduga dengan kuat kesimpulan kami pelaku mungkin saja terluka juga dengan air keras yang dia siram. Ingin kami sampaikan juga ini makanya relevansinya dibentuk suatu tim investigasi independen yang juga berjalan beriringan dengan adanya tim penyidik dari kepolisian karena beberapa fakta tadi," imbuhnya.

Penjelasan Polisi soal Helm Terduga Pelaku

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan uji labfor dilakukan terhadap benda-benda yang ditemukan di sekitar lokasi. Barang-barang tersebut di antaranya helm milik korban hingga wadah air keras.

"Saat ini kami sedang melakukan uji laboratorium forensik terhadap petunjuk yang ditemukan di tempat kejadian perkara," kata Iman dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya.

Benda yang diuji labfor antara lain helm yang digunakan korban serta wadah air keras. Diharapkan sidik jari dan jejak DNA pelaku bisa ditemukan di wadah serta benda lain yang diuji itu.

"Berupa helm dan wadah yang diduga digunakan untuk tempat cairan kimia tersebut. Kami sangat berharap nanti hasil dari uji laboratorium forensik tersebut, baik itu terhadap apa... mudah-mudahan ditemukan sidik jari dari pelaku," ucapnya.

"Kemudian juga DNA dari pelaku yang menempel di helm yang bersangkutan. Jadi, tersangka atau pelaku kami sampaikan kami belum melakukan upaya paksa," tambah Iman.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menambahkan pihaknya menemukan helm yang diduga milik pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Reynold mengatakan helm tersebut sesuai dengan rekaman CCTV yang dipakai oleh pelaku.

"Dari penelusuran di sepanjang Jalan Salemba 1, didapat barang bukti yang diduga milik pelaku di Jalan Salemba 1 menuju RSCM. Ini bersesuaian dengan rekaman CCTV bahwa pelaku yang mengendarai menggunakan helm tersebut," ujar Reynold.

Helm tersebut kemudian dikirim ke Bareskrim Polri untuk didapati sidik jari.

"Dan pada tanggal 15 Maret 2026 melakukan pengiriman barang bukti helm yang diduga milik pelaku ke Pusiden Bareskrim Polri untuk mendapatkan sidik jari atau fingerprint dan ke Puslabfor Polri untuk mendapatkan DNA yang diduga milik pelaku," ujarnya.

Tonton juga video "Analisis CCTV, Gerak Pelaku Sebelum Siram Air Keras ke Aktivis KontraS"

(idn/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |