Terungkap, Keluarga Tolaram Pemegang Manfaat Akhir Amar Bank (AMAR)

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) melaporkan sejumlah nama pemilik manfaat akhir alias beneficial owners. Bank digital itu menanggapi surat Bursa tanggal 4 Februari 2026 terkait permintaan penjelasan atas pengungkapan Beneficial Owner dalam Laporan Formulir E009 Perseroan.

Sekretaris Perusahaan AMAR Elsa Enda Dwita Purba mengatakan bahwa Ultimate Beneficial Owners (UBO) Perseroan telah diungkapkan secara komprehensif sejak pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dan tidak mengalami perubahan sampai dengan saat ini.

Sebagaimana tercantum pada Prospektus Perseroan yang telah disetujui dalam proses IPO, UBO AMAR adalah Tolaram Family Trust, yaitu suatu lembaga trust yang dibentuk berdasarkan hukum Jersey, yang secara tidak langsung memiliki 100% kepemilikan saham pada Tolaram.

Adapun pemilik manfaat dari Tolaram Family Trust dengan kepemilikan manfaat lebih dari 5% adalah Mohan K Vaswani, Vishamkar Tikamdas Adnani, Sajen Aswani, Harkishin Ghanshamdas Aswani, Narinder Kumar Ghanshamdas Aswani, dan Ishk Tolaram Foundation Ltd.

"Informasi tersebut telah tersedia untuk publik sejak proses IPO dan dapat dirujuk pada Prospektus Perseroan bagian XVII mengenai Pendapat dari segi Hukum pada halaman 6, dengan struktur kepemilikan saham yang diilustrasikan pada halaman 71," terang Elsa dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (12/2/2026).

Ia menambahkan, struktur kepemilikan manfaat dimaksud telah didukung dan dibuktikan dengan dokumen-dokumen pendukung yang sebelumnya telah disampaikan kepada otoritas terkait. Antara lain Trustee Declaration tertanggal 7 Oktober 2019 yang secara jelas mengidentifikasi para pemilik manfaat, Surat Pernyataan Perseroan tertanggal 9 Desember 2019, Prospektus IPO Perseroan yang telah diungkapkan kepada publik

"Perseroan berkomitmen untuk senantiasa mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan siap untuk melakukan pelengkapan maupun penyesuaian atas penyampaian Formulir E009 sesuai dengan arahan Bursa, dengan tetap mengacu pada informasi beneficial ownership yang telah diungkapkan kepada publik," lanjut Elsa.

Berdasarkan website reminya, Tolaram Group didirikan oleh Khanchand Vaswani, anak bungsu dari Seth Tolaram, dokter di Sindh, dahulu merupakan bagian dari British India dan sekarang berada di wilayah yurisdiksi Pakistan.

Khanchand dan keluarganya pindah ke Indonesia pada tahun 1948 sebagai pengungsi lalu setelah banting tulang berapa lama mampu mendirikan bisnis ritel di Malang yang menjual tekstil. Setelah bisnis diwariskan ke anaknya, Pada 1970-an, perusahaan mengarahkan pandangannya ke luar negeri dan memindahkan kantor pusatnya ke Singapura pada tahun 1975.

Selama beberapa dekade berikutnya, bisnis yang berkembang membawa Tolaram ke 18 negara di seluruh dunia, termasuk Afrika, Eropa, AS, dan bagian lain Asia.

Saat Tolaram memperingati lebih dari 70 tahun pertumbuhan, perjalanan bisnisnya berlanjut dengan usaha baru yaitu kemitraan dan pasar. Tiga bisnis utama Tolaram adalah barang konsumer, layanan teknologi finansial serta infrastruktur dan industri.

Sebagian besar bisnis barang konsumernya berfokus di wilayah Afrika, begitu pula dengan bisnis perusahaan di sektor infrastruktur dan industri.

Sementara untuk sektor fintech, Tolaram secara khusus menyasar pasar negara berkembang (emerging market) dengan tiga perusahaan beroperasi di Indonesia dan satunya lagi beroperasi di Brazil.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |