Terungkap Ilmuwan Buat Ribuan Gempa di Bawah Gunung Alpen, Ada Apa?

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekelompok ilmuwan berhasil memicu ribuan gempa bumi kecil secara terkendali di bawah Pegunungan Alpen Swiss. Eksperimen ini disebut menjadi terobosan besar untuk memahami cara kerja gempa bumi sekaligus mengurangi risiko bencana seismik di masa depan.

Penelitian dilakukan di BedrettoLab, laboratorium bawah tanah milik Institut Teknologi Federal Zurich (ETH Zurich). Mereka membuat gempa dalam terowongan ventilasi sepanjang 5,2 kilometer (km) menuju jalur kereta Furka di Swiss selatan.

"Kami mendeteksi seismisitas," ujar profesor geologi ETH Zurich, Domenico Giardini, dikutip dari AFP, Senin (11/5/2026).

"Untuk memahami apa yang terjadi di kedalaman ketika Bumi bergerak," tambahnya menyebut proyek tersebut bertujuan memahami apa yang terjadi di kedalaman bumi ketika patahan bergerak.

Lebih rinci, dalam eksperimen bertajuk Fault Activation and Earthquake Rupture (FEAR-2), puluhan ilmuwan Eropa menyuntikkan sekitar 750 meter kubik air ke dalam lubang bor di dinding batu bawah tanah pada akhir April lalu. Suntikan air itu digunakan untuk memicu gempa kecil secara terkendali di sepanjang patahan yang sudah ada.

"Kami tidak menciptakan patahan baru. Kami hanya memfasilitasi pergerakannya," kata Giardini.

Berbeda dari penelitian gempa konvensional yang hanya memasang sensor dan menunggu aktivitas alami, tim BedrettoLab justru sengaja "menggerakkan" patahan untuk dipelajari secara langsung. Seluruh eksperimen dikendalikan dari jarak jauh demi alasan keamanan.

Hasilnya, sekitar 8.000 aktivitas seismik kecil berhasil dipicu. Getaran muncul bukan hanya di patahan utama, tetapi juga di patahan lain yang tegak lurus terhadapnya.

Magnitudo gempa yang tercipta berkisar antara minus 5 hingga minus 0,14 Skala Richter. Meski belum mencapai target magnitudo 1, Giardini menyebut eksperimen itu sebagai keberhasilan besar.

"Kami tidak mencapai magnitudo target yang telah kami tetapkan, tetapi kami mencapai sedikit di bawahnya," ujarnya menegaskan eksperimen serupa belum pernah dilakukan dalam skala sebesar itu maupun di kedalaman serupa.

Meski menghasilkan ribuan getaran, aktivitas tersebut tidak terasa di permukaan. Giardini memastikan eksperimen itu aman karena hanya menambah sekitar 1% dari risiko alami yang memang sudah ada di kawasan tersebut.

Penelitian ini dinilai penting untuk mencegah gempa besar akibat aktivitas manusia di bawah tanah, seperti pengeboran, fracking, hingga proyek panas bumi. Giardini mencontohkan gempa 5,4 Skala Richter di Pohang, Korea Selatan (Korsel), pada 2017 yang dipicu injeksi air di proyek panas bumi.

Menurut Giardini, memahami cara memicu gempa kecil secara terkendali justru dapat membantu ilmuwan mengetahui cara mencegah gempa besar akibat aktivitas industri bawah tanah.

"Jika kita menguasai cara menghasilkan gempa dengan ukuran tertentu, maka kita tahu cara untuk tidak menghasilkannya. Kita perlu belajar bagaimana melakukannya dengan lebih aman," katanya.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |