Survei Ini Sebut 76% Warga Indonesia Cemas AI Bisa Gantikan Pekerjaan

4 hours ago 4
Jakarta -

Artificial Intelligence (AI) terus mengalami perkembangan hingga hari ini. Bahkan, AI perlahan mulai menggantikan pekerjaan manusia. Lantas, negara mana saja yang masyarakatnya cemas digantikan AI?

Lembaga riset asal Prancis, Ipsos mengeluarkan laporan survei terkait perkembangan AI dalam Predictions Report 2026. Survei ini dilakukan pada 30 negara pada 24 Oktober 2025 hingga 7 November 2025.

Ipsos mewawancarai total 23.642 orang dewasa berusia 18 tahun ke atas di India, 18-74 tahun di Kanada, Republik Irlandia, Malaysia, Afrika Selatan, Turki, dan Amerika Serikat, 20-74 tahun di Thailand, 21-74 tahun di Indonesia dan Singapura, dan 16-74 tahun di semua negara lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampel terdiri dari sekitar 1.000 responden masing-masing di Australia, Belgia, Brasil, Kanada, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Afrika Selatan, Spanyol, dan AS. Kemudian 500 individu masing-masing di Argentina, Chili, Kolombia, Hongaria, Irlandia, Malaysia, Belanda, Peru, Polandia, Rumania, Singapura, Korea Selatan, Swedia, Thailand, dan Turki. Sampel di India terdiri dari sekitar 2.200 individu, di antaranya sekitar 1.800 diwawancarai secara tatap muka dan 400 diwawancarai secara daring.

Ipsos juga mengambil sampel responden di Argentina, Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Hongaria, Italia, Jepang, Belanda, Polandia, Korea Selatan, Spanyol, Swedia,
dan AS.

Dari survei itu, ditemukan bahwa 67% responden cemas jika AI akan membuat banyak lapangan pekerjaan hilang. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 64%.

Kemudian, temuan tersebut ternyata didominasi oleh responden Indonesia. Indonesia menjadi negara yang masyarakatnya paling takut jika pekerjaannya nanti hilang karena AI. Kemudian, setelah Indonesia ada Singapura dan Kolombia. Berikut ini daftarnya:

1. Indonesia - 76%
2. Singapura - 76%
3. Kolombia - 73%
4. Turki - 73%
5. Prancis - 73%
6. Malaysia - 72%
7. Afrika Selatan - 72%
8. Australia - 72%
9. Peru - 70%
10. Britania Raya - 69%

(rdp/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |