Sungai Barito Kering Bak Gurun Pasir, Transportasi Sungai Hampir Lumpuh

5 hours ago 3
Jakarta -

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, mengungkapkan fenomena surutnya sungai Barito, Kalimantan Tengah (Kalteng), bukan sekadar perubahan bentang alam, melainkan dampak nyata dari kemarau ekstrem dan rendahnya curah hujan. Guswanto mengatakan fenomena tersebut membawa konsekuensi serius bagi transportasi, logistik, dan ekonomi regional.

Guswanto mengungkapkan kondisi Sungai Barito terkini. Dia menyebutkan Sungai Barito mengalami debit air turun drastis di Muara Teweh dengan ketinggian air hanya sekitar 0,6 meter dari normalnya mencapai 5-11,5 meter.

"Akibatnya, transportasi sungai hampir lumpuh," katanya, Jumat (21/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Guswanto mengatakan hamparan pasir muncul di bawah Jembatan Kalahien, Barito Selatan. Akibatnya, menurut dia, transportasi terganggu seperti kapal besar, tongkang batu bara, minyak, dan kayu tidak bisa berlayar.

"Hanya perahu kecil seperti jukung yang masih bisa beroperasi terbatas," kata dia.

Guswanto menjelaskan sejumlah faktor penyebabnya. Faktor Sungai Barito mengering itu, sebutnya, lantaran kemarau panjang, curah hujan yang rendah, dan fenomena regional.

"Fenomena ini sebagai dampak musim kemarau yang lebih kering dari biasanya. Hujan dengan intensitas tinggi sudah lama berakhir, dan hujan ringan yang turun tidak cukup menambah debit sungai," kata Guswanto.

"Penurunan curah hujan di Kalimantan Tengah membuat pasokan air dari hulu Pegunungan Schwaner berkurang drastis. (Dari fenomena regional) kondisi serupa juga terjadi di sungai lain di Kalimantan, menandakan pola iklim yang lebih ekstrem," jelasnya.

Guswanto mewanti-wanti ancaman jangka panjang dari fenomena tersebut. Menurutnya, jika tren berlanjut, bisa menurunkan kontribusi sektor pertambangan dan perkebunan terhadap PDB daerah.

"Ini adalah bagian dari siklus iklim yang lebih kering, dengan konsekuensi serius bagi transportasi, logistik, dan ekonomi regional," ujarnya.

Seperti diketahui, Sungai Barito di Kalteng mengering. Debit air yang terus menyusut menyebabkan sejumlah bagian sungai mengalami pendangkalan hingga hamparan pasir dan daratan muncul di tengah aliran.

Pemandangan tak biasa itu terlihat di sekitar Jembatan Kalahien di Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Gosong pasir yang terbentuk di tengah sungai membuat aliran sungai terlihat terpecah dan sebagian kawasan menyerupai hamparan pantai.

Warga setempat, Rudi Hermansyah, mengatakan surutnya Sungai Barito terlihat cukup parah sejak awal Agustus. Menurut dia, munculnya daratan di tengah sungai menjadi salah satu tanda bahwa debit air mengalami penurunan signifikan.

"Kondisi tersebut tidak hanya mengubah bentang alam sungai, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas transportasi air. Sejumlah kapal pengangkut barang dan tongkang dilaporkan kesulitan melintasi bagian sungai yang dangkal," kata Rudi, dilansir detikKalimantan.

(fca/fca)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |