Singgasana Raja AI Goyah, Terancam Ditinggal Diganti yang Lain

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kehebatan chip Nvidia mulai dipertanyakan. Raksasa AI, OpenAI kabarnya mulai mencari alternatif mengganti chip terbaru dari perusahaan.

Delapan sumber yang dikutip Reuters mengatakan OpenAI tak puas dengan beberapa chip AI buatan Nvidia yang baru. Pencarian pengganti kabarnya telah dilakukan sejak tahun lalu, dikutip Selasa (3/2/2026).

Alasannya ketidakpuasan itu karena kecepatan perangkat keras Nvidia untuk memberikan jawaban pada pengguna ChatGPT pada jenis masalah tertentu. Perusahaan butuh perangkat keras baru yang menyediakan 10% kebutuhan komputasi untuk OpenAI.

Kabarnya OpenAI telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah startup untuk menyediakan chip dengan inferensi yang lebih cepat. Inferensi adalah proses pengambilan keputusan atau pembuatan prediksi oleh model AI yang telah dilatih.

Kemudian kesepakatan disebut telah terjalin dengan Groq senilai US$20 miliar dan menghentikan pembicaraan kerja sama dengan OpenAI.

Keputusan mengganti chip itu membuat hubungan Nvidia dan OpenAI menjadi lebih rumit. Sebelumnya pada September lalu, perusahaan yang didirikan Jensen Huang berencana berinvestasi hingga US$100 miliar, termasuk memberikan uang tunai untuk kebutuhan membeli chip canggih.

Kesepakatan itu sempat diperkirakan rampung dalam waktu beberapa minggu kemudian. Namun, negosiasinya berjalan alot dan berlarut-larut.

OpenAI diketahui mencapai kesepakatan dengan pesaing Nvidia, AMD dan lainnya untuk GPU. Seorang sumber mengatakan hambatan pembicaraan terjadi karena ada perubahan peta jalan produk yang mengubah jenis sumber daya yang dibutuhkan OpenAI.

Namun CEO Nvidia Jensen Huang membantah adanya ketegangan dengan OpenAI dan mengatakan tidak masuk akal. Dia memastikan perusahaannya tetap akan berinvestasi besar di OpenAI.

Sementara dalam pernyataan, Nvidia mengatakan para pelanggan tetap memilih Nvidia. Sebab memberikan kinerja dan biaya yang baik.

"Pelanggan terus memilih Nvidia untuk inferensiasi, karena kami memberikan kinerja terbaik dan total biaya kepemilikan dalam skala besar," jelas Nvidia.

OpenAI mengatakan tetap bergantung dengan Nvidia. Yakni untuk dukungannnya pada sebagian besar armadanya, dan perusahaan chip memiliki kinerja terbaik.

Setelah laporan Reuters diterbitkan, CEO OpenAI Sam Altman mengunggah pujian untuk Nvidia. Menurutnya, Nvidia membuat chip AI terbaik di dunia dan perusahaannya berharap tetap bisa jadi pelanggannya.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |