Eksportir Karet Terancam, Terobosan China Bikin Tak Butuh Impor

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - China mencoba menanam pohon karet kualitas militer. Namun kondisi alamnya tak biasa, yakni di tengah Gurun Gobi.

Percobaan ini dilakukan sebagai cara mengurangi ketergantungan China pada rantai pasok karet. Beijing diketahui sebagai konsumen dan importir karet alam terbesar dunia, yang mencapai 7 juta ton tahun lalu dan 85% berasal dari luar negeri.

Para peneliti berfokus pada tanaman Duzhong atau Eucommia ulmoides. Pohon ini disebut memiliki sumber karet asli dari China dan terbesar kedua di dunia.

Bahkan khasiatnya bisa untuk pengobatan tradisional setempat. Selain itu juga bisa digunakan untuk daya tahan dan ketahanan aus pada ban, serta pelindung elektromagnetik.

Sayangnya hasil produksi Duzhong masih sangat terbatas. Proses ekstraksinya juga sulit karena membutuhkan banyak pekerja.

Pada 2016 lalu, tim peneliti menyewa 14 hektar lahan Gobi di Xianjiang untuk melakukan penanaman Duzhong. Mereka ingin melihat apakah tanaman tersebut bisa bertahan hidup dan bertumbuh dengan kondisi yang tandus.

Ternyata lahan Duzhong dapat bertahan, bahkan mengubah tanah tandus menjadi banyak tanaman karet hingga tahun lalu.

Untuk melakukan penelitian ini, para ilmuwan tak sembarangan melakukan penanaman. Mereka mendapatkan banyak tantangan dan berupaya mencari solusinya.

Salah satunya soal pembibitan. Para peneliti melakukannya secara khusus di Lueyang di Shaanxi.

Berikutnya mereka melakukan seleksi lebih dari 50 plasma nutfah Duzhong unggul di seluruh China. Pemilihan dilakukan dengan indikator utama untuk pengobatan dan hasil karet.

Mengutip Interesting Engineering, para peneliti juga berfokus pada proses ekstaksi. Proses ini diperlukan untuk meningkatkan produksi karet dan mengikuti rencana pengembangan industri Duzhong nasional 2016-2030.

Metode ekstraksinya juga dilakukan secara hati-hati. Yakni dengan pelarut ramah lingkungan dengan titik leleh rendah untuk pemisahan awal getah dan langkah berikutnya untuk mengisolasi karet.

Hasilnya, prosesnya jauh lebih cepat dan ramah lingkungan. Termasuk menurunkan konsumsi energi serta pelarut dan hasil yang baik dan kemurnian tinggi.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |