Usai sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, umat Islam akan merayakan Idul Fitri yang bertepatan dengan tanggal 1 Syawal. Pada 1 Syawal, kaum muslimin serentak melaksanakan salat Idul Fitri.
Salat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat. Di Indonesia, salat Id biasanya dimulai pukul 06.30 pagi waktu setempat.
Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), ini bacaan niat salat Idul Fitri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niat salat Idul Fitri sebagai imam:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatan li'idil fiṭri rak'ataini imāman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi imam karena Allah Ta'ala."
Niat salat Idul Fitri sebagai makmum:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatan li'idil fiṭri rak'ataini ma'mūman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi makmum karena Allah Ta'ala."
1. Niat
Niat adalah salah satu rukun dalam salat. Oleh karena itu, ketika hendak melaksanakan salat Id, seseorang perlu membaca niat dalam hati maupun secara lisan.
Berikut lafaz niat salat Idul Fitri, baik sebagai imam maupun makmum:
Niat sebagai imam:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatan li'idil fiṭri rak'ataini imāman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi imam karena Allah Ta'ala."
Niat sebagai makmum:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatan li'idil fiṭri rak'ataini ma'mūman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi makmum karena Allah Ta'ala."
2. Takbiratul Ihram
Takbiratul ihram dilakukan dengan mengucapkan kalimat "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan.
3. Membaca Doa Iftitah
Setelah melaksanakan takbiratul ihram, tahap selanjutnya adalah membaca doa iftitah sebagaimana dalam salat biasa, yang mana hukumnya adalah sunah. Berikut lafaz doa iftitah:
إِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Inni wajjahtu wajhiya lilladzī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan musliman wa mā anā minal-musyrikīn. Inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-'ālamīn. Lā syarīka lah, wa bidhālika umirtu wa anā minal-muslimīn.
Artinya: "Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang muslim."
4. Takbir Tujuh Kali pada Rakaat Pertama
Usai takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, langkah berikutnya adalah mengucapkan takbir sebanyak tujuh kali sambil mengangkat tangan. Setiap selesai satu takbir, dianjurkan membaca dzikir.
Mayoritas ulama mengatakan bahwa lafaz dzikir yang dibaca adalah sebagai berikut:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subḥānallāh, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."
5. Membaca Surat Al-Fatihah
Membaca surat Al-Fatihah merupakan salah satu rukun salat. Sehingga, dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri, surat Al-Fatihah wajib dibaca.
6. Membaca Surat Pendek
Setelah membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek. Menurut Imam as-Shan'ani (wafat 1182 H), berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim, surat yang dianjurkan dibaca pada rakaat pertama adalah surat Al-A'la, sedangkan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ghasyiah.
Menurut beliau, kedua surat tersebut memuat peringatan tentang kehidupan akhirat, janji, dan ancaman, sehingga sesuai dibaca pada shalat yang dihadiri banyak orang. Namun, terdapat pula riwayat lain yang menyebutkan anjuran membaca surat Qaf pada rakaat pertama dan Al-Qamar pada rakaat kedua:
وَلَهُ أَيْ لِمُسْلِمٍ (عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ كَانَ يَقْرَأُ) أَيْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (فِي الْعِيدَيْنِ) الْفِطْرِ، وَالْأَضْحَى أَيْ فِي صَلَاتِهِمَا (وَفِي الْجُمُعَةِ) أَيْ فِي صَلَاتِهَا بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّك الْأَعْلَى أَيْ: فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى بَعْدَ الْفَاتِحَةِ (وَهَلْ أَتَاك حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) أَيْ فِي الثَّانِيَةِ بَعْدَهَا... وَفِي سُورَةِ سَبِّحْ، وَالْغَاشِيَةِ مِنْ التَّذْكِيرِ بِأَحْوَالِ الْآخِرَةِ، وَالْوَعْدِ، وَالْوَعِيدِ مَا يُنَاسِبُ قِرَاءَتَهُمَا فِي تِلْكَ الصَّلَاةِ الْجَامِعَةِ، وَقَدْ وَرَدَ فِي الْعِيدَيْنِ أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ بِقَافٍ وَاقْتَرَبَتْ
"Dan dalam riwayat Muslim, dari an-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhu, disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) yakni dalam shalat keduanya, dan juga pada shalat Jumat: Sabbihisma rabbikal a'lā, yaitu pada rakaat pertama setelah bacaan al-Fatihah, dan Hal atāka ḥadītsul ghāsyiyah, yaitu pada rakaat kedua setelahnya. Dalam kedua surah tersebut terdapat peringatan tentang keadaan akhirat, janji dan ancaman, yang sesuai dibaca pada shalat yang mengumpulkan banyak orang seperti itu. Dan juga diriwayatkan bahwa pada shalat dua hari raya, Nabi SAW pernah membaca surah Qaf dan Iqtarabat (as-Sā'ah)." (Subul as-Salam Syarh Bulugh al-Maram [Kairo: Dar al-Hadis], vol. 2, h. 407)
7. Rukuk dan Sujud
Setelah membaca surat tersebut, salat dilanjutkan seperti biasa, yaitu dengan rukuk, i'tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua.
8. Takbir Lima Kali pada Rakaat Kedua
Usai sujud kedua, kemudian berdiri dan mengucapkan takbir sebanyak lima kali. Di sela-sela setiap takbir, dianjurkan membaca doa sebagaimana dijelaskan pada langkah keempat.
9. Menyempurnakan Salat
Sesudah takbir lima kali pada rakaat kedua, selanjutnya salat dilanjutkan seperti biasa, mulai dari membaca surat Al-Fatihah hingga diakhiri dengan salam.
10. Mendengarkan Khutbah
Selepas menyelesaikan rangkaian salat Idul Fitri, jemaah dianjurkan untuk tidak langsung pulang, melainkan tetap duduk dan menyimak dengan khidmat khutbah Idul Fitri. Khutbah ini biasanya terdiri dari dua bagian dan berisi nasihat serta wasiat ketakwaan.
Saksikan Live DetikPagi:
(kny/imk)


















































