Jakarta, CNBC Indonesia — Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mencatat transaksi jumbo di pasar negosiasi pada perdagangan Rabu (26/2/2026).
Berdasarkan data perdagangan, terdapat transaksi negosiasi di saham BIPI dengan harga rata-rata Rp 1.400 per saham.
Dari sisi penjual, Mandiri Sekuritas melepas 962,5 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,35 triliun. Selain itu, Maybank Sekuritas juga tercatat melepas 4 juta lot senilai Rp 5,6 miliar pada harga yang sama.
Sementara dari sisi pembeli, Mandiri Sekuritas menyerap 600,06 juta saham senilai Rp 849,1 miliar di. Selain itu, CGS International memborong 300,56 juta saham senilai Rp 498,4 miliar dan sisanya atau 4 juta saham diambil Sucor Sekuritas dengan nilai Rp 5,6 miliar.
Jika ditotal, nilai transaksi di pasar negosiasi tersebut mencapai sekitar Rp 1,35 triliun dengan seluruhnya terjadi di harga Rp 1.400 per saham.
Transaksi ini dilakukan setelah diketahui Bakrie Capital Indonesia membeli 3,82 miliar saham BIPI di harga Rp 248. Transaksi senilai Rp 948 miliar tersebut terjadi pada 24 Februari 2026.
Mengutip keterbukaan informasi, Jumat (27/2/2026), Bakrie Capital melakukan pembelian saham BIPI dengan tujuan investasi. Setelah transaksi Bakrie Capital menggenggam 6% saham BIPI dari sebelumnya 0%.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), porsi pemilik saham BIPI tidak ada yang berubah setelah Bakrie Capital masuk. PT Indotambang Perkasa masih menggenggam 19,39%, CGS International Securities Singapore 12,71%, dan PT Victoria Investama Tbk 11,4%. Adapun penerima manfaat akhir saham BIPI adalah Halim Jusuf.
Sementara itu, saham BIPI dalam sepekan terakhir sudah naik 32,48% ke level 310 dan sepanjang tahun berjalan terbang 236,96%.
(mkh/mkh)
Addsource on Google


















































