Jakarta, CNBC Indonesia - Bos baru NASA Jared Isaacman menyalahkan Boeing dan tim NASA atas kegagalan uji coba peluncuran Starliner.
Starliner buatan Boeing yang didesain untuk mengantar jemput astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ditemukan bermasalah setelah berlabuh di orbit. Akibat permasalahan tersebut, dua orang astronaut NASA Suni Williams dan Butch Wilmore terdampar hampir 1 tahun di ISS.
"Permasalahan desain dan perakitan Starliner harus diperbaiki. Namun, kesalahan paling mencemaskan yang diungkap oleh hasil penyelidikan ini bukan perangkat keras. Ada permasalahan kepemimpinan dan pengambilan keputusan, yang jika dibiarkan, bisa menciptakan budaya kerja yang tak pas dengan penerbangan luar angkasa," kata Isaacman.
Dia menyatakan bahwa permasalahan kepemimpinan dan organisasi terjadi baik di Boeing maupun di NASA. Dalam laporan penyelidikan, NASA dan Boeing disebut saling tak percaya dan terlalu "longgar."
Isaacman menyatakan 30 kali percobaan peluncuran untuk misi Starliner menciptakan tekanan jadwal dan kelelahan dalam pengambilan keputusan. Bahkan, perdebatan soal cara membawa pulang Wilmore dan William menggunakan Starliner diwarnai oleh "perilaku yang tak profesional saat kru terdampar di orbit."
Salah satu wakil Isaacman, Associate NASA Administrator, Amit Kshatriya bahkan menyebut aksi NASA dan Boeing saat itu mengancam keselamatan Wilmore dan Williams.
"NASA bersalah ke mereka. Mereka [Wilmore dan Williams] tak akan pernah mengatakan itu. Namun, kami harus mengakui tanggung jawab kami ke mereka dan kru yang pulang dan akan berangkat."
Dalam pernyataan pers, Boeing menyatakan berterima kasih kepada NASA atas penyelidikan yang menyeluruh dan kesempatan untuk ikut berkontribusi.
"18 bulan sejak uji coba penerbangan, Boeing telah mencapai kemajuan yang substansial untuk memperbaiki tindakan dan tantangan teknis yang ditemui, serta mendorong perubahan kultur kerja di seluruh tim, sesuai dengan temuan dalam laporan," kata Boeing.
NASA pada akhirnya terpaksa menggunakan pesawat buatan SpaceX, Dragon, untuk membawa pulang Williams dan Wilmore bersama astronaut Nick Hague dan kosmonaut Rusia Aleksandr Gorbunov pada Maret 2025.
(dem/dem)
Addsource on Google


















































