Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
20 February 2026 14:55
Jakarta, CNBC Indonesia - Setiap tahun, pemerintah Amerika Serikat (AS) bergantung pada investor domestik dan asing untuk membiayai defisit anggaran yang terus melebar.
Status sebagai negara super power, pengendali dolar, rasa aman, dan imbal hasil (yield) yang relatif tinggi membuat utang AS tetap menarik, meski dinamika geopolitik dan strategi diversifikasi cadangan devisa mendorong beberapa negara mengurangi eksposur.
Amerika Serikat kembali mencatat lonjakan kepemilikan asing atas utang pemerintahnya. Data terbaru menunjukkan total kepemilikan asing pemerintah AS menembus rekor US$9,4 triliun, di tengah total utang nasional yang telah mencapai US$38,6 triliun per Februari 2026.
Pembeli Utang Pemerintah Amerika Serikat
Dalam periode November 2024 hingga November 2025, Inggris, Belgia, dan Jepang merupakan pembeli terbesar utang AS, dengan peningkatan kepemilikan lebih dari US$115 miliar.
Uni Emirat Arab mencatat kenaikan paling tinggi dengan lonjakan kepemilikan utang pemerintah AS sebesar 41%. Di posisi berikutnya, Norwegia mencatat kenaikan 35%, disusul Belgia sebesar 33%. Kanada juga menunjukkan pertumbuhan kuat 27%, sementara Israel naik 23%.
Penjualan utang Pemerintah Amerika Serikat
China menjadi penjual terbesar utang pemerintah AS dalam periode November 2024 hingga November 2025 dengan pengurangan kepemilikan sebesar US$85,96 miliar atau turun 11%. Ini melanjutkan pengurangan kepemilikan utang AS selama beberapa tahun terakhir seiring Beijing mendiversifikasi cadangannya ke emas dan aset lainnya.
Brasil menyusul dengan pelepasan US$60,85 miliar, diikuti India sebesar US$47,52 miliar. Kepulauan Virgin Britania Raya juga mencatat penurunan signifikan sebesar US$38,96 miliar.
Secara persentase, Portugal mencatat penurunan terdalam sebesar 66%, meski secara nominal nilainya lebih kecil. Afrika Selatan juga menunjukkan penurunan agresif sebesar 39%, selain itu Bahama dan Ekuador juga menunjukkan penurunan sebesar 35%.
Indonesia turut mengurangi kepemilikan utang pemerintah Amerika Serikat sebesar US$4,87 miliar, atau turun sekitar 14% secara tahunan. Meski nilainya relatif lebih kecil dibandingkan negara-negara seperti China atau Brasil, langkah ini mencerminkan penyesuaian portofolio cadangan devisa di tengah dinamika suku bunga global dan pergerakan dolar AS.
(mae/mae)


















































