Satgas Anti-Mafia Bola Polri mulai menelusuri situs judi online (judol) saat bergulirnya Piala Dunia 2026. Upaya ini dilakukan untuk memblokir situs-situs judol yang muncul saat pesta akbar sepakbola dunia ini.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan saat ini Satgas Anti-Mafia Bola Polri mulai bekerja dengan melakukan operasi siber. Satgas Anti-Mafia Bola Polri turut menggandeng pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
"Satgas Anti-Mafia Bola sudah melakukan kegiatan penyelidikan berupa patroli siber, dan berkoordinasi dengan kewilayahan untuk melakukan penyelidikan terhadap adanya dugaan tindak pidana perjudian bola," ujar Irjen Isir kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isir menyampaikan, satgas antimafia bola ini dibentuk mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, hingga polres jajaran. Dia mengatakan kerja sama dengan Kementerian Komdigi dilakukan guna memblokir situs-situs judol Piala Dunia 2026 yang beroperasi.
"(Kerja sama) dengan Komdigi untuk memblokir situs-situs judi yang ditemukan," jelasnya.
Adapun kerja sama Satgas Anti-Mafia Bola Polri dengan PPATK berkaitan dengan pengembangan terhadap penelusuran aliran uang pada situs-situs judol Piala Dunia 2026.
"Pengembangan juga dilakukan lewat kerja sama dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana terkait judi Piala Dunia 2026," imbuhnya.
Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bakal menghidupkan lagi Satgas Anti-Mafia Bola. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi praktik judi bola selama Piala Dunia 2026.
"Terkait dengan masalah judi, beberapa waktu yang lalu kita kan pernah membentuk Satgas Anti-Mafia Bola. Jadi tentunya satgas ini akan kita hidupkan kembali," kata Sigit di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/6).
Sigit mengatakan satgas itu akan mencegah penyalahgunaan momentum pesta sepakbola dunia untuk pelanggaran hukum seperti perjudian. Dia berharap Piala Dunia dapat menjadi hiburan bagi masyarakat.
"Jangan sampai nanti terkait dengan masalah hiburan Piala Dunia ini kemudian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang kemudian untuk melakukan pelanggaran," tutur Sigit.
Sigit mengimbau masyarakat agar menjadi penonton yang cerdas. Dia mengingatkan Piala Dunia membawa semangat sportivitas.
"Jangan sampai nanti dikotori oleh hal-hal yang kemudian justru malah merusak dari semangat sportivitas itu, antara lain dengan adanya penyelenggaraan masalah judi," lanjut Sigit.
Polri juga telah bekerja sama dengan TVRI untuk memfasilitasi nonton bareng (nobar) di Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek. Langkah ini dilakukan agar masyarakat bisa menikmati hiburan Piala Dunia secara aman dan tertib.
Simak juga Video 'Survei LSI: Publik Sepakat Mafia Bola Dihukum Penjara-Denda':
(kuf/zap)

















































