Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas

1 week ago 17

Jakarta -

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa tiga santri di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketiga santri tersebut diduga menjadi korban tindak kekerasan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia. Peristiwa ini telah menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa seseorang, terlebih terhadap santri-santri yang sedang menuntut ilmu," ujar Sari, dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai Wakil Ketua DPR RI sekaligus wakil rakyat dari daerah pemilihan Pulau Lombok, Sari meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas dan transparan.

Seluruh pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Saya meminta aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh. Tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku maupun pihak yang terbukti lalai sehingga peristiwa ini dapat terjadi," tegas Sari.

"Keadilan harus ditegakkan dan keluarga korban berhak mendapatkannya," imbuhnya.

Menurut Sari, kasus tersebut harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak agar tidak terulang kembali.

Evaluasi terhadap sistem pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan pesantren perlu dilakukan secara menyeluruh guna memastikan keamanan bagi para santri.

Namun demikian, Sari mengingatkan agar masyarakat tidak menggeneralisasi peristiwa tersebut kepada seluruh pondok pesantren.

Sari menegaskan hingga saat ini masih sangat banyak pesantren yang menjalankan fungsinya dengan baik serta memberikan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi para santri.

"Kita tidak boleh menghakimi seluruh pesantren hanya karena perbuatan segelintir oknum. Saya meyakini masih banyak pesantren di Lombok maupun di seluruh Indonesia yang menjadi tempat menuntut ilmu yang aman, membentuk karakter, akhlak, dan masa depan generasi muda bangsa," ujar Sari.

Lebih lanjut, Sari mengajak seluruh elemen masyarakat, pengelola lembaga pesantren, tokoh agama, serta pemerintah daerah (pemda) untuk memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan segala bentuk kekerasan di lingkungan pesantren.

"Keselamatan dan perlindungan santri harus menjadi prioritas bersama. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan pesantren," kata Sari.

"Anak-anak harus dapat belajar dan menuntut ilmu dengan rasa aman serta nyaman," pungkasnya.

Lihat juga Video 'Rudapaksa dan Bunuh Siswi SD di Makassar, Pemuda 19 Tahun Ditangkap':

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |