Respons Xi Jinping Lihat Orang Amerika Ramai Pindah ke China

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat (AS) makin banyak yang beralih memanfaatkan model-model AI buatan China. Menurut data yang terlihat di OpenRouter, model-model AI China berkontribusi terhadap 63% penggunaan token AI oleh perusahaan-perusahaan AS sepanjang pekan pertama Juli 2026.

Angka itu melonjak tajam dibandingkan periode yang sama pada 2025 lalu, di mana model-model AI China hanya berkontribusi kurang dari 10% dari keseluruhan penggunaan token AI oleh perusahaan-perusahaan AS, menurut data di OpenRouter.

Sebagai informasi, OpenRouter merupakan marketplace yang memungkinkan pengguna mengakses ratusan model AI dari berbagai penyedia.

Presiden China Xi Jinping menyerukan agar China memainkan peran lebih besar dalam merumuskan aturan global mengenai AI, seiring dengan makin populernya model AI asal China di kalangan perusahaan AS, menurut laporan GuruFocus, dikutip dari YahooFinance, Rabu (22/7/2026).

Saat berbicara di World AI Conference di Shanghai, Xi menekankan pentingnya menjaga agar AI tetap dapat dikendalikan oleh manusia, sembari mendorong kerja sama antarnegara terkait aspek keamanan, standar teknis, dan akses bagi negara-negara berkembang.

Ia juga mempromosikan World AI Cooperation Organization, sebuah kelompok baru yang beranggotakan hampir 30 negara. Organisasi ini berpotensi memberikan pengaruh lebih besar bagi Beijing dalam tata kelola AI global.

Ekspansi AI asal China telah memberikan tekanan terhadap perusahaan-perusahaan teknologi yang sudah mapan, serta sentimen investor di seluruh sektor tersebut.

Moonshot, startup AI asal China, baru-baru ini meluncurkan model Kimi K3 tak lama sebelum pidato Xi. Model ini kembali membuat raksasa teknologi pengembang AI asal AS ketar-ketir.

Pasalnya, Moonshot mengatakan model terbarunya mampu bersaing dengan produk unggulan dari OpenAI dan Anthropic asal AS. Kemunculan Kimi K3 langsung menyebabkan harga saham perusahaan AI dan semikonduktor anjlok tajam, karena para investor membandingkan reaksi pasar tersebut dengan peristiwa terkait DeepSeek pada tahun lalu.

DeepSeek belakangan ini menjadi model asal China yang paling populer di kalangan perusahaan AS di platform OpenRouter. Lindy AI yang merupakan startup asisten AI, mengaku peralihan mereka dari model Anthropic ke DeepSeek berhasil memangkas biaya inferensi hingga 90%.

Adopsi pesat model-model AI berbiaya lebih rendah ini kini mungkin menghadapi risiko regulasi yang meningkat, baik di China maupun AS. Pejabat China telah membahas masalah keamanan dengan Alibaba Group Holding, pengembang keluarga model Qwen, dan mempertimbangkan untuk membatasi akses luar negeri terhadap sistem-sistem paling canggih di negara tersebut.

Pembahasan ini masih pada tahap awal dan belum ada rencana penegakan aturan saat ini.

Secara terpisah, para pembuat kebijakan di AS telah memulai penyelidikan terhadap Airbnb (perusahaan penyedia layanan berbagi tempat tinggal) dan Anysphere (pengembang platform pemrograman Cursor) terkait penggunaan model asal China.

Sementara itu, Palantir Technologies dari AS menyebut model terbuka (open-source) asal China sebagai ancaman ekonomi. Oleh karena itu, para investor mungkin memandang strategi model bobot terbuka (open-weight) China sebagai tantangan kompetitif bagi pengembang AI asal AS, sekaligus sumber potensi disrupsi.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |