Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadwalkan uji coba tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg bersubsidi mulai Agustus 2026. Uji coba pertama akan dilakukan di wilayah Jawa Barat.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sualeman membeberkan sampel tabung CNG yang akan diproduksi itu akan diuji melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebelum didistribusikan ke masyarakat.
"Insya Allah akhir Juli ini sampel dari tabung-tabung itu akan selesai dan kita akan kirim ke Lemigas untuk diuji, lalu kita akan rencanakan juga bagaimana nanti mulai diperkenalkan pada masyarakat," katanya di sela acara Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026).
Uji coba tahap awal akan difokuskan pada kota-kota besar untuk melihat kesiapan infrastruktur dan respons masyarakat. "Uji cobanya di kota-kota besar dulu ya, mungkin salah satunya adalah di Jawa Barat dulu," lanjut Laode.
Kendati demikian, pemerintah belum menetapkan jumlah pasti tabung yang akan dipasarkan karena prosesnya masih dalam tahap pengujian teknis. Selain keamanan, pihaknya juga tengah menggodok skema distribusi, apakah akan dibagikan secara gratis atau melalui mekanisme pasar tertentu.
"Kita belum bicara masalah angka ya. Yang penting sekarang adalah satu safetynya, yang kedua adalah mekanisme bagaimana menyiapkan ini ke masyarakat. Itu aja dulu," tambahnya.
Pengujian tersebut diharapkan bisa mendistribusikan pemanfaatan sumber daya dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor LPG yang saat ini masih mendominasi.
"Ini masih kita bahas skemanya seperti apa. Tapi uji cobanya bulan depan. Insya Allah. Insya Allah," tandasnya.
Di lain sisi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pengujian teknologi tabung CNG masih terus berjalan di China. Dia menyebutkan, pemerintah sudah menyiapkan rencana kerja sama dengan perusahaan BUMN pertahanan yakni PT Pindad (Persero), untuk mendukung kebutuhan infrastruktur gas tersebut.
"CNG-nya masih dilakukan uji coba belum selesai ya. Masih di Cina, masih dilakukan uji coba di Cina habis itu kita melakukan kerja sama dengan perusahaan BUMN yang ada di sini," ujar Bahlil di sela acara Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Kerja sama dengan Pindad nantinya akan difokuskan pada sisi manufaktur setelah seluruh rangkaian pengecekan di China rampung. Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru dan akan memastikan terlebih dahulu kecocokan teknologi tersebut sebelum mengimplementasikannya secara luas.
"Kita akan melakukan dengan Pindad nanti tapi masih cek dulu di sana kalau udah selesai baru kita lakukan tindakan lebih lanjut," lanjutnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google


















































