Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Senin (2/2/2026), masih mengalami tekanan yang besar. IHSG ditutup di zona merah. Indeks ditutup turun 4,88% atau -406,88 poin ke level 7.922,73. Indeks sebelumnya sempat anjlok 5,07% pada sesi pertama perdagangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai investor mungkin masih menanti sosok Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru setelah sebelumnya Mahendra Siregar mengundurkan diri dari jabatannya, minggu lalu (30/6/2026).
"Biar aja sih, abis naik turun-naik turun tuh, kan ada pergantian baru lagi kan. Pergantian ketua OJK-nya, mungkin market masih menunggu," kata Purbaya, setelah Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Senin (2/2/2026).
Dia pun yakin setelah Ketua OJK dipilih, IHSG bisa kembali menguat. Purbaya memastikan akan ada Ketua OJK baru paling lambat dalam dua minggu ke depan. Saat ini, Panitia seleksi atau Pansel sudah dipersiapkan. Proses seleksi akan dimulai dalam satu minggu ke depan.
"Sebentar lagi (ISHG) juga naik. Panitia seleksi (Pansel) di mulai sekarang kan. Dimulai prosesnya hari ini sudah mulai jalan. Saya pikir cepet seminggu ini sudah ada yang disiapkan siapa yang akan jadi ketua, dan dalam waktu dua minggu paling lambat kita sudah punya ketua OJK baru," kata Purbaya
Adapun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin, Senin (2/2/2026), dipicu oleh rebalancing portofolio yang dilakukan investor.
Selain itu pasar di kawasan juga mengalami penurunan seiring dengan harga emas yang mengalami koreksi. Tercatat Kospi di Korea turun 5,26%, Nikkei di Jepang turun 1,25%, dan Hang Seng di Hong Kong merosot 2,23%.
Pjs Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa saat ini di pasar saham Indonesia yang mengalami koreksi dalam adalah saham-saham yang secara harga sudah naik tinggi.
"Saham-saham yang fundamental bagus naik, investor melihat fundamental bagus naik hari ini," katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (2/2/2026).
Dia memastikan, OJK dan Bursa Efek Indonesia akan menjaga perdagangan wajar dan teratur. Dia mengimbau investor untuk tetap tenang dan tidak panik.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]


















































