Pramono Ungkap Modifikasi Cuaca untuk Tekan Polusi Terhambat Tak Ada Awan

6 hours ago 5
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut cuaca yang kering menambah polusi udara di Jakarta. Pramono mengatakan sudah 3 minggu tidak ada hujan di Jakarta.

"Memang sekarang ini kondisi cuaca dan juga polusi udara yang cukup apa ya, terjadi, karena memang kita sudah hampir 3 minggu tidak pernah ada hujan," ujar Pramono kepada wartawan di Sudirman, Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Dia mengatakan Pemprov Jakarta telah berupaya melakukan modifikasi cuaca. Namun, katanya, modifikasi cuaca terkendala tidak ada awan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya sudah berulang kali mencoba untuk melakukan modifikasi cuaca, tapi kami mohon maaf karena awannya tidak ada, sehingga hujannya juga belum bisa dilakukan," jelasnya.

Pramono mengatakan dirinya sudah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja sama dengan BMKG untuk modifikasi cuaca. Dia mengatakan modifikasi cuaca segera dilakukan saat ada awan.

"Tetapi saya sudah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk bekerja sama dengan BMKG, kalau kemudian awannya ada untuk segera dilakukan modifikasi cuaca," tuturnya.

Pramono menyebut El Nino juga diprediksi terjadi dalam waktu panjang. Pramono meminta warga untuk menggunakan transportasi umum demi mengurangi polisi.

"El Nino ini ataupun kering dan juga akan panjang, diperkirakan akan sampai dengan akhir bulan September. Kita semua harus menjaga dan saya meminta kepada masyarakat sedapat mungkin menggunakan transportasi umum," tuturnya.

"Karena sekarang ini fasilitas transportasi umum di Jakarta sudah cukup baik, bahkan 15 golongan kita gratiskan sehingga kami berharap itu akan juga mengurangi polusi yang ada. Karena hampir semua transportasi umum yang terutama untuk TransJakarta pelan-pelan akan kami rubah menjadi mobil listrik semuanya nanti pada tahun 2029," sambungnya.

Lihat juga Video: Jakarta 2-3 Pekan Tak Diguyur Hujan, Pramono Siapkan Modifikasi Cuaca

(dvp/haf)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |