Prabowo Akan Tunjuk Utusan Khusus untuk Awasi BUMN

5 hours ago 2
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto bercerita banyak sovereign wealth fund di negara kaya sekalipun yang rugi karena tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, ia akan mengupayakan pengawasan yang maksimal terhadap Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Danantara.

"Saudara-saudara sekalian, jaga selalu, banyak sovereign wealth fund yang rugi. Banyak sovereign wealth fund di negara yang paling kaya pun rugi akibat tidak baik managementnya," kata Prabowo saat memberikan pengarahan di HUT ke-1 Danantara, di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).

"Saya kira itu dari saya. Kita upayakan semua pengawasan, saya kira Danantara ini adalah lembaga yang paling diawasi di Indonesia. Ada dewan pengawas, saya kira dewan pengawas kita juga cukup kuat, hampir semua Menko ada di situ, ya kan. Saya juga minta BPK masuk keluar, BPKP masuk keluar, awasi. Kejaksaan, polisi, Panglima TNI semua ikut mengawasi," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan saat ini ia telah menunjuk sejumlah utusan khusus presiden. Ke depan, pemerintah juga mempertimbangkan untuk menempatkan utusan khusus di masing-masing BUMN yang dikelola negara.

"Di samping itu pun saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola," ujarnya.

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan aset negara tidak disalahgunakan. Prabowo menegaskan bahwa BUMN merupakan sumber kekuatan ekonomi bangsa yang harus dijaga dengan baik.

"Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah," ujarnya.

Prabowo juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia di tengah berbagai tantangan global. Ia menilai krisis yang terjadi saat ini harus dihadapi dengan persatuan dan kerja keras.

"Masa depan kita kuat, masa depan kita cerah, krisis kita hadapi dengan gagah, krisis adalah peluang. Kita bersatu, kita rukun, kita kerja keras," ujarnya.

(eva/isa)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |