Potret Warga Greenland Turun ke Jalan Tolak "Invasi" AS

5 hours ago 6
Ratusan warga Greenland turun ke jalan untuk memprotes peresmian gedung baru Konsulat Amerika Serikat (AS) pada Kamis (21/5/2026). Mereka meneriakkan AS agar hengkang. (Orla Joelsen via REUTERS/Orla Joelsen)

Ratusan warga Greenland turun ke jalan untuk memprotes peresmian gedung baru Konsulat Amerika Serikat (AS) pada Kamis (21/5/2026), Mereka meneriakkan AS agar hengkang. (Orla Joelsen via REUTERS/Orla Joelsen)

Ratusan warga Greenland turun ke jalan untuk memprotes peresmian gedung baru Konsulat Amerika Serikat (AS) pada Kamis (21/5/2026). Mereka meneriakkan AS agar hengkang. (REUTERS/Tim Barsoe)

Menurut laporan Reuters, Para demonstran mengibarkan bendera Greenland dan membawa poster bertuliskan "Naamik USA" atau "Tidak untuk AS". Demonstran lainnya meneriakkan "Greenland milik orang Greenland" di luar Gedung Parlemen Greenland. (REUTERS/Tim Barsoe)

Ratusan warga Greenland turun ke jalan untuk memprotes peresmian gedung baru Konsulat Amerika Serikat (AS) pada Kamis (21/5/2026). Mereka meneriakkan AS agar hengkang. (REUTERS/Tim Barsoe)

Aksi protes tersebut bukan untuk memprovokasi Donald Trump maupun Landry, melainkan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Greenland memiliki demokrasinya sendiri. (REUTERS/Tim Barsoe)

Ratusan warga Greenland turun ke jalan untuk memprotes peresmian gedung baru Konsulat Amerika Serikat (AS) pada Kamis (21/5/2026). Mereka meneriakkan AS agar hengkang. (REUTERS/Tim Barsoe)

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dan sejumlah politikus lainnya menolak undangan untuk menghadiri pembukaan konsulat tersebut. (REUTERS/Tim Barsoe)

Ratusan warga Greenland turun ke jalan untuk memprotes peresmian gedung baru Konsulat Amerika Serikat (AS) pada Kamis (21/5/2026). Mereka meneriakkan AS agar hengkang. (REUTERS/Marko Djurica)

Keadaan iini memicu meningkatnya ketegangan, disertai ancaman pengambilalihan wilayah Greenland secara militer. Situasi tersebut kemudian mendorong lahirnya sejumlah kesepakatan baru dengan Denmark, anggota NATO yang menaungi wilayah Greenland. (REUTERS/Marko Djurica)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |