Polisi tengah menyelidiki kasus dugaan perusakan rumah warga yang diteror tetangga di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Sebanyak lima saksi telah diperiksa.
"Langkah yang sudah dilakukan Sat Reskrim Polres Metro Depok yaitu melakukan pengecekan TKP. Sudah memeriksa 5 orang saksi," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra saat dihubungi wartawan, Minggu (19/7/2026).
Hendra mengatakan pihaknya telah mengirim surat panggilan terhadap terduga pelaku. Tetangga korban itu akan dipanggil besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah mengirimkan surat panggilan untuk terlapor, jadwal hari Senin, tanggal 20 Juli 2026," ungkapnya.
Sebelumnya, rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria melempar helm ke rumah tetangga di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat (Jabar), viral di media sosial (medsos). Polisi menyelidiki kasus tersebut.
Dari video yang beredar di media sosial, Kamis (16/7), terlihat seorang pria mondar-mandir menggunakan motor di depan pagar rumah korban. Kemudian, pria tersebut melemparkan helm dengan kencang ke dalam rumah korban.
Pada hari yang berbeda, tampak pria yang sama itu sempat membuang sampah ke rumah korban. Sejumlah warga berusaha melerai aksi pria tersebut, tapi muncul keributan.
Dimintai konfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka membenarkan korban telah membuat LP pada Rabu (15/6). Nomor LP terigester LP/B/1531/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK.
"Iya, baru buat LP semalam," ujar AKBP Made saat dimintai konfirmasi, Kamis (16/7).
Cerita Korban
Anak Suraji, Novita (29), menceritakan tetangganya kerap berulah di depan rumahnya. Novita mengatakan pagar rumahnya rusak ditendang tetangganya pada Rabu (15/7).
"Itu (perusakan pagar) barusan yang tanggal 15 yang kemarin. Itu baru. (Pakai) kaki, ditendang," kata Novita ditemui di rumahnya, Jumat (17/7).
Novita mengaku keluarganya juga pernah diteror tetangganya yang membawa golok saat Lebaran lalu. Novita menjelaskan keluarganya juga hampir setiap hari diganggu secara verbal.
"Sampai pas Lebaran aja pernah kita dibawain golok. Keluarga lagi pada kumpul di rumah, dibawain golok. Banyak saksi hidup, keluarga saya masih pada hidup. Sayangnya belum ada CCTV," katanya.
"Kalau untuk verbal itu hampir setiap hari kalau verbal ya," tambahnya.
Lihat juga Video: Viral Warga di Depok Diteror Tetangganya Sampai Mau Jual Rumah
(dvp/lir)


















































