ESG SUSTAINABILITY FORUM 2026
mae, CNBC Indonesia
10 February 2026 16:30
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak hanya menjadi tulang punggung kemandirian energi nasional tetapi juga garda terdepan dalam pengembangan energi bersih dan bisnis berkelanjutan.
Atas upaya PLN yang tidak hanya memperkuat ketahanan energi Indonesia, tetapi juga menempatkan keberlanjutan sebagai inti strategi perusahaan, CNBC Indonesia menganugerahkan ESG Award kepada PLN.
Acara penghargaan sudah digelar dalam ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
PLN secara agresif mempercepat transisi menuju energi bersih melalui pengembangan energi terbarukan, termasuk hidrogen. Komitmen ini selaras dengan target Net Zero Emission 2060, sekaligus menegaskan peran PLN dalam menurunkan emisi karbon dan membangun sistem kelistrikan yang berkelanjutan.
Sepanjang 2024, PLN merealisasikan 37 proyek ketenagalistrikan yang mencakup pembangkit, transmisi, dan gardu induk di 18 provinsi. Total kapasitas pembangkit baru mencapai 3,2 gigawatt (GW), dengan lebih dari 80% berbasis energi bersih, menegaskan arah transformasi PLN menuju bauran energi rendah karbon.
Foto: PLN
Strategi Jangka Pendek
PLN menambah kapasitas energi baru terbarukan (EBT) baik melalui pembangkit surya, air ataupun geothermal. Selain itu, proyek hybrid solar-wind mulai beroperasi di beberapa daerah, memperkuat integrasi EBT ke jaringan nasional.
Untuk mendorong semakin efisiensi, PLN menerapkan implementasi smart metering, IoT, dan SCADA yang meningkatkan efisiensi operasional dan memudahkan monitoring konsumsi listrik. Langkah ini juga mendukung integrasi energi terbarukan secara lebih optimal.
Perusahaan juga meluncurkan beberapa terobosan strategis serta inisiatif, seperti:
1. Baterai Raksasa (Energy Storage System / ESS)
Sistem ESS digunakan untuk stabilisasi jaringan dan peak shaving, mendukung integrasi energi terbarukan.
2. Proyek Pembangkit Modular & Hemat Waktu
Pembangkit modular di pulau kecil mempercepat konstruksi dan mengurangi biaya operasional.
3. Integrasi Smart Grid Nasional
Pemanfaatan AI dan prediksi beban listrik menyeimbangkan suplai-demand secara real time, menekan risiko black out.
4. Teknologi Carbon Capture & Co-Firing
PLN uji coba co-firing batubara dan biomassa untuk menurunkan emisi karbon, mendukung target Net Zero Emission 2060.
5. Kolaborasi dengan Startup & Swasta
Kerja sama dengan berbagai startup energi bersih mempercepat inovasi EBT, digitalisasi jaringan, dan smart grid.
6. Energy Efficiency & Grid Loss Improvement
Listrik Untuk Pemerataan Ekonomi
Sebagai pemangku kepentingan terbesar di sektor kelistrikan, PLN merupakan tulang punggung bagi ketahanan energi di Indonesia.
Berdiri sejak 1945 atau 80 tahun yang lalu, PLN sudah menerangi Indonesia dari ujung timur, barat, selatan, hingga utara utara,
PLN terus memperbaiki dan membangun jaringan transmisi serta distribusi di seluruh provinsi, termasuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Upaya ini meningkatkan rasio keandalan sistem dan mengurangi frekuensi gangguan listrik.
Foto: Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (kanan) didampingi Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (kedua dari kanan), General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir (kedua dari kiri), Ketua DPRD Tulungagung, Marsono (ketiga dari kanan), dan Manager PLN UP3 Kediri, Deny Setiawan (kiri) menyalakan sambung listrik gratis di rumah salah satu penerima bantuan penyambungan listrik gratis, Parno (ketiga dari kiri) di Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. (Dok PLN Persero)
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (kanan) didampingi Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (kedua dari kanan), General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir (kedua dari kiri), Ketua DPRD Tulungagung, Marsono (ketiga dari kanan), dan Manager PLN UP3 Kediri, Deny Setiawan (kiri) menyalakan sambung listrik gratis di rumah salah satu penerima bantuan penyambungan listrik gratis, Parno (ketiga dari kiri) di Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. (Dok PLN Persero)
Komitmen PLN tidak hanya tercermin pada pembangunan infrastruktur skala besar, tetapi juga pada pemerataan akses listrik. Hingga Desember 2024, rasio desa berlistrik PLN mencapai 93,05%, atau 77.942 desa dari total 83.763 desa di seluruh Indonesia.
PLN juga berhasil menghadirkan listrik di 1.085 desa baru, termasuk melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik yang menjangkau 155.429 rumah tangga di 36 provinsi, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Tantangan Iklim & Solusi Infrastruktur Hijau
Perubahan iklim ekstrem menjadi tantangan utama penyediaan listrik yang bersih, terjangkau, dan andal. Tantangan lainnya datang dari kondisi geografis Indonesia, di mana sumber energi hijau umumnya berada jauh dari pusat industri dan bisnis.
Komitmen besar PLN dalam mengembangkan EBT kian nyata. Bukan sekadar wacana, transformasi hijau dilakukan lewat peningkatan bauran energi, penguatan pembiayaan berkelanjutan, hingga pemberdayaan masyarakat dalam ekosistem energi bersih.
Sejumlah terobosan strategis pun digeber. Mulai dari pengoperasian PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara, pengembangan bahan bakar hidrogen hijau, perluasan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga pengurangan konsumsi fosil melalui pemanfaatan biomassa dan skema co-firing.
PLN juga berencana membangun Green Enabling Transmission Line sepanjang 70.000 kilometer sirkuit (ckm) guna menghubungkan potensi EBT di daerah terpencil dengan pusat beban listrik nasional.
PLN juga menargetkan penambahan energi listrik 100 GW hingga tahun 2040, dengan 75 GW dari pembangkit berbasis EBT sehingga akan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).
Foto: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). (Dok. PLN/Agus Apriyanto)
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). (Dok. PLN/Agus Apriyanto)
Sepanjang 2024, PLN berhasil menurunkan emisi sebesar 12,77 juta ton CO₂ ekuivalen, sebagai bagian dari upaya menekan potensi emisi sektor ketenagalistrikan yang diproyeksikan bisa mencapai 1 miliar ton CO₂ ekuivalen per tahun pada 2060 jika tanpa transisi energi.
Peran besar PLN sebagai motor transisi energi nasional difokuskan pada pencapaian target Nationally Determined Contributions (NDC) melalui RUPTL 2021-2030, dengan target penambahan kapasitas pembangkit EBT sebesar 20,9 GW atau setara 51% dari total pengembangan kapasitas pembangkit hingga 2030.
Portofolio EBT yang dikembangkan PLN mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), panas bumi (PLTP), tenaga air (PLTA), biomassa, tenaga bayu (PLTB), hingga hidrogen hijau.
Pada Juni 2025, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 55 proyek pembangkit listrik berbasis EBT yang tersebar di 15 Provinsi di Indonesia.
Peresmian dan pembangunan proyek tersebut bernilai investasi mencapai Rp 25 triliun. Proyek ini menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia bisa mencapai visi swasembada energi.
Proyek EBT yang diresmikan antara lain proyek PLTP Salak Binary di Jawa Barat yang dioperasikan PT Star Energy Geothermal Salak, PLTP Muara Laboh Unit 2 di Sumatera Barat yang dioperasikan PT Supreme Energy Muara Laboh, dan lainnya.
Berikut beberapa pencapaian dan target EBT PLN: 1. PLTA Jadi Tulang Punggung Awal 2025
Memasuki awal 2025, PLN meresmikan pengoperasian PLTA Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berkapasitas 2×55 MW. Pembangkit ini terhubung ke sistem kelistrikan Jawa Barat melalui jaringan SUTT 150 kV menuju Gardu Induk New Kadipaten dan New Sunyaragi.
Tak hanya itu, PLN juga mengoperasikan PLTA Asahan III di Sumatera Utara berkapasitas 2×87 MW, yang memperkuat sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara melalui Gardu Induk 275 kV Simangkuk.
Foto: PLTA Jatigede milik PT PLN. (CNBC Indonesia/Verda Nano Setiawan)
PLTA Jatigede milik PT PLN. (CNBC Indonesia/Verda Nano Setiawan)
2. Panas Bumi: Potensi Besar, Kapasitas Terus Bertambah
Hingga akhir 2024, pemerintah telah mengidentifikasi 362 titik panas bumi dengan potensi mencapai 23,6 GW. Kapasitas terpasang PLTP nasional kini mencapai 2.165 MW, meningkat seiring beroperasinya PLTP Sorik Marapi Unit 5 di Mandailing Natal, Sumatra Utara, berkapasitas 33 MW.
PLTP Sorik Marapi sendiri memiliki total kapasitas 200 MW yang disalurkan ke sistem kelistrikan Sumatera Utara melalui jaringan tegangan tinggi 150 kV.
Foto: PLTP, doc PLN.
PLTP, doc PLN.
3. PLTS Makin Masif, Dorong Pemerataan Energi
Di sektor surya, PLN terus menambah kapasitas secara agresif. Pada 2024, PLN Batam bersama PT Aruna Cahaya Pratama mengoperasikan PLTS darat terbesar di Indonesia berkapasitas 100 MWp di Purwakarta, Jawa Barat. PLTS ini diperkirakan menghasilkan 150 GWh energi bersih per tahun dan menekan emisi hingga 118.725 ton CO₂e.
4. Angin dan Biomassa
Potensi energi angin Indonesia mencapai 154,6 GW, namun pemanfaatannya hingga 2024 baru 152,3 MW. Untuk mengejar ketertinggalan, PLN Nusantara Power bekerja sama dengan SDEPCI memetakan potensi PLTB hingga 1.000 MW di lima lokasi.
Sementara itu, potensi bioenergi nasional setara 56,97 GW listrik. Hingga awal 2025, dua PLTBm baru beroperasi, yakni PLTBm Sadai (10 MW) di Bangka Selatan dan PLTBm Deli Serdang (9,9 MW) di Sumatra Utara.
PLN melalui PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan pemanfaatan 3 juta ton biomassa pada 2025, setara 3% volume batu bara PLN dan berpotensi menekan emisi hingga 3,3 juta ton CO₂e per tahun. Indonesia sendiri memiliki potensi biomassa hingga 130 juta ton per tahun.
5. Hidrogen Hijau: Babak Baru Transisi Energi
PLN juga melangkah ke fase lanjutan transisi energi lewat hidrogen hijau. Sepanjang 2024, PLN meresmikan Green Hydrogen Plant di PLTP Kamojang yang memanfaatkan energi panas bumi. Bersamaan dengan itu, PLN mengoperasikan Senayan Hydrogen Refuel Station yang pertama di Indonesia serta Senayan Hydrogen Centre sebagai pusat pengembangan SDM dan teknologi hidrogen.
Foto: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang berhasil memproduksi hidrogen hijau (green hydrogen) berbasis panas bumi. Green hydrogen plant (GHP) pada pembangkit EBT ini akan memasok hidrogen hijau untuk Hydrogen Refueling Station (HRS) Senayan. (CNBC Indonesia/Verda Nano)
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang berhasil memproduksi hidrogen hijau (green hydrogen) berbasis panas bumi. Green hydrogen plant (GHP) pada pembangkit EBT ini akan memasok hidrogen hijau untuk Hydrogen Refueling Station (HRS) Senayan. (CNBC Indonesia/Verda Nano)
Menuju Net Zero Emissions 2060
Dengan kapasitas pembangkit mencapai 75,9 GW, PLN saat ini melayani lebih dari 281,6 juta penduduk dan 92,8 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Peran strategis ini membuat PLN menjadi aktor kunci dalam pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia pada 2060, sejalan dengan komitmen Perjanjian Paris.
Dalam perhelatan Conference of the Parties (COP) 29 di Baku, Azerbaijan, November 2024, PLN membukukan sejumlah kesepakatan penting selama mengikuti pada ajang tersebut.
PLN sepakat menjalin lima kerja sama strategis terkait transisi energi di Indonesia dengan lima mitra internasional dalam hal pendanaan, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia yang ditujukan untuk mendukung pengembangan infrastruktur energi bersih di Indonesia agar mencapai swasembada energi yang berkelanjutan.
Foto: Dok PLN
PT PLN (Persero) menjalin lima kerja sama strategis terkait transisi energi di Indonesia dengan lima mitra internasional pada perhelatan Conference of the Parties (COP) 29 di Baku, Azerbaijan.
Kolaborasi global ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding dan Grant Agreement antara PLN dan lima mitra internasional dalam acara bertajuk "Leading the Charge: Strategic Partnership to Catalyze Decarbonization". Adapun lima mitra yang dimaksud adalah lembaga ekspor United Kingdom Export Finance (UKEF), Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW), Sembcorp Utilities Pte Ltd, Transportasi Gas Indonesia (TGI), dan Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP).
a. Kerja sama dengan UKEF
UKEF dan PLN akan mengkaji peluang pembiayaan proyek energi terbarukan di Indonesia, khususnya pada pembangunan jaringan transmisi yang mendukung integrasi sumber energi bersih. Keduanya juga sepakat untuk meningkatkan kapasitas pegawai PLN dalam pengembangan energi terbarukan.
b. Kerja sama dengan KFW
PLN dengan development bank asal Jerman KfW sepakat untuk mendukung pembiayaan proyek transisi energi di Indonesia serta studi keberlanjutan sosial dan lingkungan. Kesepakatan ini mencakup pengembangan proyek energi bersih, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage dan transmisi yang menghubungkan ke pembangkit hijau.
c Kerja sama dengan TGI
Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) juga melakukan penandatanganan Joint Development Framework Agreement (JDFA) dengan Transportasi Gas Indonesia (TGI) dan mitra asal Singapura.
Keduanya sepakat untuk mengeksplorasi pemanfaatan infrastruktur jalur pipa milik TGI dan diharapkan dapat meningkatkan perdagangan energi lintas negara serta kapasitas produksi hidrogen hijau di Indonesia.
d. Kerja sama dengan Sembcorp Utilities Pte Ltd untuk pengembangan proyek transportasi hidrogen hijau dari Sumatera ke Singapura.
e. Kerja sama dengan GEAPP
PLN bersama GEAPP meluncurkan program "Renewable Energy Access for Last Mile". Program kolaborasi antara PLN dan GEAPP ini berfokus pada peningkatan akses energi terbarukan dan mendorong dedieselisasi untuk pulau-pulau terpencil di Indonesia.
(mae/mae)
















































