Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
10 February 2026 19:10
Jakarta, CNBC Indonesia - Cadangan devisa (cadev) China kembali menembus rekor pada awal 2026, seiring aksi beli emas yang kian masif oleh bank sentralnya.
Berdasarkan rilis dari lembaga moneter China (State Administration of Foreign Exchange/SAFE) untuk periode Januari 2026, posisi cadev China naik sebesar US$ 41,2 miliar menjadi US$ 3,4 triliun atau menjadi sekitar Rp57.103 triliun (asumsi kurs Rp16.795/US$1).
Angka ini naik dibandingkan Desember 2025 yang sebesar US$ 3,358 triliun. Kenaikan ini menjadi penguatan dalam tujuh bulan beruntun dan membawa level cadangan devisa China ke posisi tertinggi sejak November 2015. Salah satu penopang peningkatan ini pun berasal dari dolar AS yang cenderung melemah melawan yuan China.
Pada saat yang sama, bank sentral China juga melanjutkan akumulasi emas. Berdasarkan data per Januari 2026, nilai emas dalam cadangan China melonjak menjadi sekitar US$ 369,58 miliar, naik tajam dari US$ 319,45 miliar pada Desember 2025.
Pergerakan emas ini juga sejalan dengan tren penguatan sepanjang 2025. Nilai emas dalam cadangan China naik konsisten dari sekitar US$ 206,53 miliar pada Januari 2025 menjadi US$ 319,45 miliar pada Desember 2025, sebelum melesat lagi ke US$ 369,58 miliar pada Januari 2026.
Kenaikan yang semakin kencang di penghujung 2025 hingga awal 2026 mengindikasikan dua dorongan sekaligus, yakni penambahan kepemilikan dan efek valuasi dari kenaikan harga emas global.
Penambahan emas masih berlanjut di awal tahun yang sekaligus tercatat bahwa bank sentral China telah melakukan pembelian emas selama 15 bulan beruntun.
Gambaran besarnya juga terlihat pada data World Gold Council (WCG) yang mencatat jumlah akumulasi emas oleh bank sentral China.
Total cadangan emas bank sentral China mencapai 2.306,3 ton pada 2025, naik sekitar 26,74 ton dibanding 2.279,56 ton pada 2024, atau setara sekitar 1,17% secara tahunan.
Jika dibandingkan dengan periode 2000, jumlah cadangan emas bank sentral China melonjak dari 395,01 ton menjadi 2.306,3 ton pada 2025. Artinya, dalam 25 tahun cadangan emas China naik sekitar 1.911 ton atau setara kenaikan kurang lebih 484%.
Tren jangka panjang ini menunjukkan strategi diversifikasi cadangan yang semakin kuat, dengan emas kian diposisikan sebagai aset lindung nilai dan penyeimbang ketika ketidakpastian di global meningkat.
Sementara itu, Special Drawing Rights (SDR) juga menunjukkan kenaikan yang stabil. SDR adalah aset cadangan internasional yang diterbitkan IMF dan nilainya mengacu pada keranjang mata uang utama dunia.
Sepanjang 2025, SDR meningkat dari sekitar US$ 52,71 miliar pada Januari menjadi US$ 55,82 miliar pada Desember, lalu kembali naik ke US$ 56,23 miliar pada Januari 2026.
Untuk posisi cadangan di IMF, nilainya juga cenderung menguat. Dari kisaran US$ 10,05 miliar pada Januari 2025, posisi ini naik menjadi sekitar US$ 11,18 miliar pada Desember 2025 dan kembali bertambah menjadi US$ 11,19 miliar pada Januari 2026.
Kenaikannya relatif kecil, namun memperlihatkan kontribusi yang cukup besar jika dibandingkan awal tahun.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)

















































