Recall Besar-besaran Mobil Listrik China, 246.229 Unit Ditarik

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri mobil listrik (EV) asal China kian berkembang dengan ekspansi agresif ke pasar dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, dominasi Tesla di sektor EV sudah disingkirkan oleh BYD asal China pada 2025 lalu.

Merek-merek EV asal China lainnya juga mulai ramai jadi sorotan dunia. Misalnya Xpeng, Wuling, dan Chery. Salah satu nama yang pelan-pelan sering terdengar adalah Nio.

Nio yang berbasis di Shanghai memang belum terlalu luas melakukan ekspansi pasar. Namun, perusahaan sudah menghadapi tekanan. Dikutip dari Reuters, Selasa (10/2/2026), Nio baru saja melakukan penarikan (recall) produknya sebanyak 246.229 unit.

Penarikan ini disebabkan masalah software yang menimbulkan bahaya keselamatan. Disebutkan bahwa keputusan Nio menandai recall terbesar oleh produsen EV dalam negeri.

Model yang ditarik kembali termasuk ES8, ES6, dan EC6 yang diproduksi antara 16 Maret 2018 dan 16 Januari 2023, demikian pernyataan yang dirilis oleh Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar pada Senin (9/2) waktu setempat.

Beberapa EV ini memiliki masalah software yang dapat menyebabkan pemadaman sementara pada panel instrumen dan layar kontrol pusat, kata pernyataan itu.

Skala recall ini setara dengan sekitar tiga perempat volume penjualan Nio pada 2025, melampaui penarikan kembali unit EV Xiaomi pada September 2025. Xiaomi diketahui sempat melakukan recall unit mobilnya untuk mengeluarkan pembaruan software ke lebih dari 115.000 sedan listrik SU7 populernya untuk memperbaiki potensi masalah keselamatan yang melibatkan fitur bantuan mengemudi.

Nio akan melakukan pembaruan software jarak jauh untuk kendaraan yang terpengaruh, dan menerapkan peningkatan melalui pusat layanan ketika pembaruan jarak jauh tidak memungkinkan, demikian pernyataan tersebut menunjukkan.

Secara terpisah, merek EV China Zeekr juga akan menarik kembali 38.277 kendaraan karena bahaya keselamatan yang berasal dari baterai daya, menurut pernyataan lain yang dirilis oleh regulator pasar pada Senin (9/2).

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |