Perselisihan Berujung Penusukan Pria di Jakbar, Polisi Tangkap Pelaku

14 hours ago 2

Jakarta -

Unit Reskrim Polsek Kebon Jeruk menangkap SE alias Mbot, yang melakukan penusukan di wilayah Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Motifnya, Mbot diduga menyebarkan video kekasih korban ke Instagram sehingga memicu perkelahian di antara keduanya.

"Motif pelaku berawal dari kesalahpahaman. Korban merasa tidak terima dan cemburu karena mengira pelaku telah menyebarkan video pacar korban berinisial GI melalui media sosial Instagram. Perselisihan tersebut kemudian berujung pada aksi kekerasan," ujar Kompol Nur Aqsha Ferdianto dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).

Peristiwa bermula pada Rabu (1/7), sekitar pukul 18.15 WIB. Saat itu pelaku mendatangi rumah korban dengan tujuan menemui rekannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun, karena rekannya tidak berada di lokasi, pelaku kemudian berbincang dengan sejumlah warga yang berada di depan rumah," ungkapnya.

Sekitar 15 menit kemudian, korban keluar dari rumah dalam keadaan emosi dan langsung menghampiri pelaku. Tanpa banyak percakapan, korban memukul pelaku sehingga keduanya terlibat perkelahian.

"Dalam perkelahian tersebut, keduanya terjatuh di dekat pot bunga. Saat berada di posisi itu, tangan pelaku memegang sepotong besi yang berada di sekitar lokasi," tuturnya.

Pelaku kemudian menusuk korban delapan kali hingga korban mengalami luka-luka. Setelah itu pelaku melarikan diri.

"Setelah melakukan penusukan, pelaku membuang potongan besi yang digunakan di lokasi kejadian kemudian melarikan diri dan pulang ke rumahnya.

Berbekal hasil penyelidikan serta keterangan para saksi, tim Unit Reskrim berhasil melacak keberadaan pelaku dan mengamankannya tanpa perlawanan. Mbot diamankan di kediamannya pada Rabu (15/7), sekitar pukul 00.30 WIB, setelah sempat melarikan diri usai kejadian.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar setiap permasalahan diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui jalur hukum. Jangan mudah terpancing emosi karena tindakan kekerasan hanya akan menimbulkan kerugian bagi semua pihak," tutup Nur Aqsha.

(dvp/dwr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |