Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah secara resmi membentuk entitas baru bernama Pertambangan Mineral Nasional atau Perminas untuk mengelola sektor mineral strategis, khususnya Logam Tanah Jarang (LTJ) di Tanah Air. Perminas sendiri dibentuk di bawah naungan Danantara untuk mengimplementasikan hilirisasi mineral.
Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa pembentukan Perminas merupakan langkah strategis yang dimandatkan langsung oleh Presiden. Kepemilikan saham Perminas mayoritas dikuasai oleh Danantara sebesar 99%, sementara sisanya dimiliki oleh Badan Pengelola (BP) BUMN.
"Bapak Presiden melalui Danantara juga telah membentuk Perminas sebagai instrumen untuk mengimplementasikan. Jadi Perminas ini dibuat oleh Danantara, dengan kepemilikannya adalah 99% Danantara serta BP BUMN 1%. Perminas inilah yang nantinya akan mendirikan industri-industri untuk pemisahan maupun pemurnian dari Rare Earth," jelas Brian dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Peran utama Perminas itu sendiri adalah melakukan pemisahan dan pemurnian dari bijih mentah (ore) menjadi elemen-elemen bernilai ekonomis tinggi. Hal itu tidak lain untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pengekspor bahan mentah, tetapi juga mampu menguasai teknologi pengolahan.
"Dan kami juga berharap dengan bekerjasama dengan mitra-mitra yang lain tentunya, swasta dan pihak yang lain, itu diharapkan bisa juga membangun industri yang lebih ke hilirisasi, meliputi turunan dari penggunaan Rare Earth," tambahnya.
Saat ini, BIM tengah menyiapkan proyek percontohan (pilot project) teknologi hilirisasi LTJ di Mamuju, Sulawesi Barat. Sambil menunggu proses administrasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Kementerian ESDM yang direkomendasikan untuk diberikan kepada Perminas, riset dan pembangunan fasilitas percontohan tersebut segera dikebut.
"Jadi dalam tahap penelitian ini kita akan membangun dua industri downstreaming sebagai pilot untuk konteksnya riset ya, sambil menunggu proses administrasi dan juga rekomendasi yang sudah kami sampaikan kepada Kementerian ESDM untuk keluarnya IUP yang kami merekomendasikan diberikan kepada Perminas tadi ya, BUMN milik negara," paparnya.
Perminas itu sendiri diharapkan dapat menempatkan Indonesia sebagai pemain dalam rantai pasok global mineral strategis. Hal itu mengingat LTJ merupakan komponen vital bagi industri pertahanan, kendaraan listrik, hingga energi terbarukan, yang selama ini pasokannya sangat didominasi oleh China.
"Sehingga diharapkan kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia juga menjadi pemain yang strategis untuk industri Rare Earth ini, mineral Rare Earth, yang diharapkan juga memberikan daya tarik bagi negara lain untuk berani juga masuk bersama-sama Indonesia mendirikan industri-industri downstreaming," tutupnya.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]


















































