Perkuat Talenda Muda, Endress+Hauser Indonesia Gelar Education Forum

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Endress+Hauser menggelarEducation Forum 2026di The Westin Jakarta beberapa waktu lalu.Forum ini mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor industri, pendidikan, dan mitra strategis untuk mendiskusikan pengembangan pendidikan vokasi ganda (dual vocational education) di Indonesia.

Education Forum 2026 menjadi wadah untuk mendorong kolaborasi, berbagi wawasan, dan memperkuat kemitraan guna menjembatani kesenjangan talenta serta mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Corporate Sales Director Endress+Hauser Group Services sekaligus President Director Endress+Hauser Indonesia Dr. Henry Chia menekankan pentingnya kolaborasi antara industri dan institusi pendidikan dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Menurutnya, keberhasilan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihannya, tetapi juga oleh kemampuan manusia dalam memanfaatkannya.

"Hal terpenting bukanlah seberapa canggih teknologi yang kita hasilkan, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh manusia sehingga memberikan manfaat nyata bagi pelanggan," ujar Henry dikutip Rabu (17/6/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa dalam lima tahun terakhir, bisnis Endress+Hauser di Indonesia tumbuh hingga 40%, disertai peningkatan kesempatan kerja sebesar 4% dan kenaikan jumlah peserta program magang sebesar 10%.

Kemudian Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Swiss untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste Mathias Domenig menyoroti eratnya hubungan bilateral antara Swiss dan Indonesia yang terjalin selama 75 tahun. Menurutnya, hubungan tersebut tidak hanya tercermin melalui kerja sama yang kuat, tetapi juga melalui kontribusi positif perusahaan-perusahaan Swiss seperti Endress+Hauser, dalam mendorong investasi berkualitas, pengembangan keterampilan, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Sementara itu, Head of Global Dual Education Endress+Hauser Group Services,Jens Kroeger,menekankan pentingnya peran industri dalam mendukung pengembangan talenta melalui kemitraan dengan institusi pendidikan. Menurutnya, perusahaan dapat berkontribusi dengan menyediakan program magang yang terstruktur, platform pertukaran pengetahuan, lingkungan pembelajaran daring, serta pengalaman praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dalam acara tersebut, Endress+Hauser Indonesia juga menyerahkan beasiswa Endress+Hauser untuk mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi yang berhubungan dengan industri otomasi. Antara lain dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Politeknik Industri ATMI, Politeknik Manufaktur (POLMAN) Bandung dan Swiss German University.

Menurut HR Head Endress+Hauser Indonesia Vivi Sutardi, program beasiswa ini merupakan kali kedua dilaksanakan oleh Endress+Hauser Indonesia.

"Kami ingin kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin. Selain melibatkan dunia pendidikan, kegiatan ini juga menghadirkan pelanggan kami sehingga mereka dapat melihat secara langsung berbagai program dan kontribusi yang telah dilakukan oleh Endress+Hauser," kata dia.

"Di sisi lain, pelanggan juga memiliki kesempatan untuk merekrut talenta dari program ini. Bagi kami, merupakan sebuah pencapaian ketika pelanggan mempercayai lulusan program ini untuk bergabung di perusahaan mereka. Melalui kegiatan ini, kami berharap para mahasiswa dapat menemukan peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang dimiliki," tambah Vivi.

Forum diskusi dalam Education Forum 2026 terbagi menjadi dua sesi yang membahas tantangan dan peluang pengembangan talenta di masa depan.

Sesi pertama mengangkat tema "Dual Vocational as a Strategic Anchor in Times of Uncertainty", yang menyoroti peran strategis pendidikan vokasi ganda dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Diskusi yang dimoderatori oleh Josef Tschoep, Technical Advisor Swiss Skills for Competitiveness (S4C), menghadirkan Violette Rupanner (Head of Economic Cooperation and Development/SECO, Kedutaan Besar Swiss), Dr. Henry Chia, Prof. Dr.-Ing. Yul Yunazwin Nazaruddin dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Safri Sutanto (Didactic Manager FESTO Indonesia), dan Georgios Badaro (CEO Nestlé Indonesia).

Sementara itu, sesi kedua mengusung tema "AI and the Future of Work: Rethinking Vocational Talent Development", yang membahas dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia kerja serta pentingnya transformasi pendidikan vokasi. Sesi yang dimoderatori oleh Madhav Raskar, Country Sales Manager Solution Business APAC Endress+Hauser, menghadirkan Denny Galant (Country Head of Android Platforms & Ecosystems Google Indonesia), Adi Darmadi (Country Manager Rockwell Automation), Eryanto (President Director Syngenta Indonesia), Prof. Dr. Ing. Yuliadi Erdani, M.Sc., IPU (Ketua Senat Politeknik Manufaktur Bandung), Fery Andika (Account Manager sekaligus alumni program magang Endress+Hauser Indonesia), serta Christopher Balck, mahasiswa magang dari University of Applied Sciences Jena, Jerman.

Selain forum diskusi, acara ini menghadirkan sesi networking dan mini exhibition yang menampilkan berbagai inovasi, teknologi, serta praktik terbaik dari industri dan institusi pendidikan. Pameran tersebut diikuti oleh Endress+Hauser Indonesia, FESTO Indonesia, Rockwell Automation, serta sejumlah institusi pendidikan seperti ATMI Cikarang, Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Swiss German University (SGU).

Melalui Education Forum 2026, Endress+Hauser Indonesia berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia industri dan pendidikan dalam membangun ekosistem pengembangan talenta yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Forum ini menjadi wadah penting untuk bertukar wawasan, membangun kemitraan strategis, dan mendorong lahirnya tenaga kerja yang kompeten, adaptif, serta siap menghadapi transformasi industri di era digital.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |