Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya RP (39), pemudik yang meninggal dunia di dalam bus saat terjebak antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk, kemarin. Diketahui bahwa korban tengah melakukan perjalanan mudik dari Bali menuju Jawa Tengah.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya seorang pemudik berinisial RP," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Heri Junaedi Bakhri melalui keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Kemenhub memastikan pemulangan jenazah telah dilakukan dengan layak sampai di rumah duka yang berlokasi di Kebumen, Jateng. Pemulangan jenazah diwakilkan oleh Kepala Distrik Navigasi Cilacap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada pukul 14.00 Wita, jenazah telah dipulangkan melalui KMP. Dharma Kencana 9 dengan rute Gilimanuk-Ketapang," ujar Heri Junaedi.
Heri memastikan pihaknya selalu berkomunikasi dengan stakeholder untuk memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik, khususnya di wilayah Selat Bali.
"Ditjen Perhubungan Laut terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelindo, dan aparat keamanan, untuk memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik di Selat Bali," tuturnya.
Heri memastikan pihaknya akan selalu menyampaikan informasi seiring perkembangan situasi di lapangan. Dia juga mengimbau pemudik untuk selalu memperhatikan kesehatan sebelum memulai perjalanan.
"Kepada seluruh pemudik, kami turut mengimbau untuk senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan sebelum dan selama perjalanan, beristirahat yang cukup, serta segera melapor kepada petugas di lapangan apabila merasa kondisi badan tidak sehat. Keselamatan jiwa adalah prioritas yang utama," pungkasnya.
Dilansir detikBali, seorang pemudik meninggal dunia di dalam bus saat terjebak antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Rabu (18/3/2026) pagi. Korban berinisial RP (39), seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Kebumen, Jawa Tengah.
Informasi yang didapatkan detikBali, peristiwa ini bermula saat RP menumpang bus Tami Jaya bernomor polisi AB 7991 AS jurusan Denpasar-Jawa Tengah. RP melakukan perjalanan seorang diri tanpa didampingi keluarga dari Denpasar pada Selasa (17/3) sekitar pukul 17.00 Wita.
Kemudian, pada Rabu (18/3), sekitar pukul 06.45 Wita, RP dilaporkan pingsan di dalam bus saat berada di kawasan simpang manuver, tepatnya di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk. Kondektur bus segera meminta bantuan kepada petugas kesehatan di lokasi.
Korban sempat mendapatkan tindakan medis darurat berupa resusitasi jantung paru (RJP) di Kantor Kesehatan Karantina. Sayang, setelah dilarikan ke Puskesmas II Melaya, nyawa perempuan asal Kelurahan Kembangsari, Kecamatan Alian, Kebumen, itu tidak tertolong.
Dokter jaga UGD Puskesmas II Melaya, menyatakan RP sudah dalam keadaan meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan. Berdasarkan pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh RP.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, membenarkan terkait peristiwa adanya penumpang bus yang meninggal dunia saat antre masuk Pelabuhan Gilimanuk.
"Benar kami mendapat laporan adanya penumpang perempuan yang diketahui meninggal dunia di dalam bus. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," ujar Citra saat dimintai konfirmasi detikBali, Rabu (18/3).
Simak juga Video 'Jalur Mudik Denpasar-Gilimanuk Sempat Macet 25 Km, Ini Penyebabnya':
(ond/maa)

















































