Pembangunan Huntap Disambut Antusias-Harapan Penyintas Bencana di Bireuen

6 hours ago 4

Jakarta -

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus membangun hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang rumahnya mengalami rusak berat atau hilang terbawa arus banjir.

Sebanyak 36.669 unit diproyeksikan dibangun di tiga provinsi terdampak. Saat ini, sekitar 110 huntap telah rampung dibangun dan 1.359 unit lainnya sedang dalam proses pembangunan. Pembangunan huntap dilakukan lintas Kementerian/Lembaga, seperti BNPB, Kementerian PKP, Polri, Kemenkopolkam, Danantara, dan Pemerintah Daerah. Sejumlah pihak swasta dan perorangan juga ikut terlibat dalam pembangunan huntap.

Salah satu wilayah pembangunan huntap ialah Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Huntap di sana dibangun oleh BNPB dan diproyeksikan menjadi hunian dengan spesifikasi aman gempa. Hunian tipe 36 itu dibangun dengan pondasi batu kali, dinding bata ringan (habel), menggunakan baja ringan untuk pondasi atap yang dikombinasikan dengan material spandex untuk atap, dan plafon pvc.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suryani, salah satu penyintas bencana di Desa Balee Panah, menyambut baik pembangunan huntap tersebut. Ia mengungkapkan rumahnya tenggelam dan roboh saat bencana hidrometeorologi menerjang kampung halamannya medio akhir tahun lalu.

Ia berharap huntap bisa segera dibangun agar segera ditempatinya untuk kembali menata kehidupan setelah diterjang bencana hidrometeorologi. Saat ini di Desa Balee Panah telah terbangun unit percontohan dari huntap yang pembangunaannya direncanakan segera dikebut setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026.

Huntap percontohan yang Desa Balee Panah bercat putih yang didalamnya terdapat ruang utama dan dua kamar tidur dengan satu kamar mandi. Penerangan di dalam rumah pun telah menggunakan lampu LED.

"Katanya habis Lebaran mulai dibangun. Kami berharap bisa cepat, supaya bisa langsung ditempati," kata Suryani dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).

Suryani juga mengapresiasi pemerintah yang telah memberinya bantuan selama periode pascabencana, terutama bantuan berupa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan sebagainya yang ikut menunjang kesehariannya setelah terdampak bencana.

Berdasarkan data BNPB, pembangunan huntap di Kecamatan Juli menggunakan skema in situ atau dibangun di sekitar area awal terdampak bencana. Selain di Kecamatan Juli, ada dua kecamatan lain di Bireuen yang akan dibangun huntap dengan skema in situ, yaitu Kecamatan Jangka, dan Kecamatan Peudada.

"Kami (memang) ingin langsung huntap supaya tidak perlu pindah-pindah lagi," ujar Suryani.

Huntap menjadi kelanjutan dari pembangunan hunian sementara (huntara) dan Dana Tunggu Hunian (DTH) yang disiapkan oleh Satgas PRR untuk memindahkan pengungsi yang sebelumnya berada di tenda darurat ke hunian yang lebih layak.

Tonton juga video "Pascabanjir, Warga Bireuen Aceh Bertahan di Tengah Kegelapan"

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |