Jakarta, CNBC Indonesia - Kiamat air makin terlihat di Bumi. Dalam laporan yang dikeluarkan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), pasokan air makin tidak ada dan kekeringan tidak bisa lagi dihindari.
Menurut PBB, tiga dari empat orang tinggal di negara yang menghadapi kekurangan air, kontaminasi atau kekeringan. Sekitar 4 miliar orang mengalami kelangkaan air dalam satu bulan per tahunnya.
Laporan Kaveh Madani dari UN University Institute for Water, Environment and Health (INWEH) menyebutkan kondisi ini dalam istilah keuangan. Mereka mengibaratkan rekening air di permukaan tengah dikosongkan dan tabungan air dari manusia seperti air tanah hingga gletser tengah terkuras.
Dengan krisis air yang terjadi di sejumlah wilayah dunia menjadi tanda dalam peringatan akan adanya 'kebangkrutan', dikutip dari Earth.com, Senin (23/2/2026).
Salah satu penyebab fenomena ini adalah perluasan wilayah pertanian dan perkotaan ke daerah kering. Kembali pemanasan global juga menjadi alasan lain.
Ini dikarenakan pemanasan global membuat daerah yang kering menjadi semakin kering dan meningkatkan penguapan. Fenomena tersebut membuat curah hujan juga terus berkurang.
Kekurangan air juga dinilai Madani dapat berdampak lebih luas, hingga ketidakstabilan sosial dalam sebuah negara. Misalnya memicu langkah migrasi, konflik dan keresahan.
Salah satunya terjadi protes kekerasan di Iran. Saat sistem air gagal, membuat lapangan kerja dan kehidupan sehari-hari ikut gagal dan stabilitas politik sulit untuk dipertahankan.
Laporan serupa juga menyoroti negara yang memiliki banyak pasokan air mengalami masalah serupa. Karena dampaknya berasal dari pusat data yang banyak mengonsumsi air, begitu juga polusi dari berbagai hal, seperti industri, limbah hingga pupuk.
Para peneliti menyinggung pula lahan basah di Uni Eropa yang terus menghilang. Alasannya karena sebagian besar diubah menjadi lahan pertanian.
Madani menekankan manusia untuk hidup dengan lebih sedikit air. Ini bisa dilakukan dengan mengelola air secara lebih cerdas.
Namun sayangnya, belum banyak negara yang melakukan hal mendasar, mencatat yang dimiliki dan yang digunakan. Karena akan sangat tidak masuk akal melakukan solusi seperti penyemaian awan, saat tidak punya laporan soal kekurangan air yang jelas.
(dem/dem)
Addsource on Google


















































